Sholekhah, Anggita Nada (2026) KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) KEPADA ANAK DI KECAMATAN JENANGAN KABUPATEN PONOROGO. S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta.
|
Text (COVER-ABSTRAK)
COVER.pdf - Published Version Download (411kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (287kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (589kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (361kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (96kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN)
Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (364kB) |
|
|
Text (PUBLIKASI)
Publikasi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (322kB) |
Abstract
Migrasi orang tua sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) mampu menghambat komunikasi keluarga, khususnya dalam melestarikan penggunaan bahasa Jawa kepada anak yang ditinggalkan. Fenomena migrasi ini menjadikan Ponorogo sebagai salah satu pengirim PMI terbesar di Jawa Timur terutama dari Kecamatan Jenangan sekaligus memicu pergeseran dialek Jawa Ponoragan ke bahasa Indonesia atau dialek Jawa lain. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Melalui wawancara mendalam kepada informan orang tua PMI, anak dan pengasuh. Studi ini mengungkap bahwa komunikasi jarak jauh melalui aplikasi WhatsApp, baik pesan teks maupun video call, tidak sekadar menjadi ruang negoisasi budaya dan pewarisan Bahasa Jawa (kromo). Tetapi juga untuk mempertahankan peran sebagai pendidik moral dengan mengoreksi tutur kata anak secara langsung melalui media daring. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pewarisan bahasa Jawa pada anak migran sangat bergantung pada konsistensi interaksi digital serta peran krusial pengasuh di rumah sebagai rujukan nilai budaya. Meskipun teknologi membantu pelestarian budaya, keterbatasan sentuhan fisik dan kendala emosional membuat internalisasi nilai karakter tetap tidak sekuat interaksi tatap muka secara langsung. Fenomena ini ditentukan oleh pola komunikasi keluarga yang mengombinasikan orientasi percakapan (conversation orientation) dan orientasi kesesuaian (conformity orientation). Di mana keterbukaan mampu menumbuhkan minat anak terhadap bahasa ibu (mother language), sementara penekanan pada kesesuaian nilai serta etika berbahasa (unggah-ungguh) tetap terjaga dalam keluarga PMI.
| Item Type: | Thesis (S1 - Sarjana) | ||
|---|---|---|---|
| Contributor: |
|
||
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi Keluarga, Pekerja Migran Indonesia, Bahasa Jawa, Fenomenologi. Kabupaten Ponorogo, Family Communication, Indonesian Migrant Workers, Javanese Languange, Phenomenology, Ponorogo Regency, | ||
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302.2 Ilmu Komunikasi | ||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi & Sosial > Ilmu Komunikasi | ||
| Depositing User: | RC Universitas AMIKOM Yogyakarta | ||
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 03:38 | ||
| Last Modified: | 21 Sep 2026 03:38 | ||
| URI: | http://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32887 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

