Nofikasari, Nofikasari (2026) POLA KOMUNIKASI ANAK BROKEN HOME AKIBAT PERCERAIAN DALAM MENGHADAPI KONFLIK KELUARGA. S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta.
|
Text (COVER - ABSTRAK)
COVER.pdf - Published Version Download (838kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (491kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (739kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (323kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (98kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN)
Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text (PUBLIKASI)
Publikasi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (332kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan pola komunikasi anak broken home akibat perceraian dalam menghadapi konflik keluarga di Yogyakarta. Perceraian tidak hanya mengubah struktur keluarga secara formal, tetapi juga membentuk ulang relasi emosional, distribusi peran, serta ruang dialog antara anak dan orang tua. Perubahan tersebut memengaruhi cara anak mengekspresikan perasaan, merespons konflik, dan memaknai posisi dirinya dalam keluarga pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretatif dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman hidup anak secara mendalam. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik untuk menemukan pola makna komunikasi yang terbentuk. Kerangka teori penelitian ini mengintegrasikan Teori Komunikasi Interpersonal dari Joseph A. DeVito dan Teori Dialogis dari Mikhail Bakhtin. Teori komunikasi interpersonal digunakan untuk menganalisis aspek keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan dalam relasi keluarga. Sementara itu, teori dialogis membantu memahami komunikasi sebagai proses negosiasi makna antara berbagai suara dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak membentuk pola komunikasi adaptif seperti memendam emosi, menghindari konfrontasi, bersikap akomodatif, atau membangun dialog terbuka sesuai dengan kualitas relasi dan rasa aman emosional yang mereka rasakan. Diam dimaknai sebagai strategi perlindungan diri sekaligus upaya menjaga stabilitas keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi menjadi ruang penting bagi anak dalam membangun identitas dan ketahanan emosional di tengah konflik keluarga.
| Item Type: | Thesis (S1 - Sarjana) | ||
|---|---|---|---|
| Contributor: |
|
||
| Uncontrolled Keywords: | Communication patterns, Broken home, Divorce, Family conflict, Interpersonal communication, Dialogic theory, Pola komunikasi, Perceraian, Konflik keluarga, Komunikasi interpersonal, Dialogis. | ||
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302.2 Ilmu Komunikasi | ||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi & Sosial > Ilmu Komunikasi | ||
| Depositing User: | RC Universitas AMIKOM Yogyakarta | ||
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 03:08 | ||
| Last Modified: | 03 Aug 2026 03:08 | ||
| URI: | http://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32532 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

