ANALISIS PERBANDINGAN REKAYASA CODE PERANGKAT LUNAK TERHADAP AKURASI SISTEM PEMANTAUAN KUALITAS UDARA BERBASIS IOT MENGGUNAKAN ESP32

Aprilia, Devita Nela (2025) ANALISIS PERBANDINGAN REKAYASA CODE PERANGKAT LUNAK TERHADAP AKURASI SISTEM PEMANTAUAN KUALITAS UDARA BERBASIS IOT MENGGUNAKAN ESP32. S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta.

[img] Text (COVER-ABSTRAK)
COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (294kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (557kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (831kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf

Download (128kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN)
Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[img] Archive (SOURCE CODE)
Sourcecode - 21.83.0746.zip
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
[img] Text (PUBLIKASI)
Publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (557kB)

Abstract

Pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) menjadi kebutuhan penting untuk mengatasi polusi udara yang berdampak pada kesehatan manusia. Penelitian ini menyoroti peran krusial rekayasa code perangkat lunak dan pemilihan library dalam meningkatkan akurasi sistem pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan modul ESP32. Sistem ini menggunakan sensor MQ-7, MQ-135, dan GP2Y1010AU0F untuk mengukur karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO₂), dan partikel debu (PM10). Optimasi rekayasa code terbukti meningkatkan akurasi data secara signifikan. Pada pengukuran kadar CO₂ dengan sensor MQ-135, code pertama memiliki rata-rata error 3,5015%, sedangkan code kedua hanya 0,7315%. Untuk kadar PM10 dengan sensor GP2Y1010AU0F, error pada code pertama mencapai 90,373%, sementara code kedua hanya 10,084%. Pada kondisi udara buruk, error kadar PM10 turun menjadi 9,16% dengan metode rata-rata dan kadar CO dengan sensor MQ-7 menunjukkan akurasi tinggi dengan error 37,09% (code pertama) dan 7,63% (code kedua). Pemilihan library yang mendukung koreksi suhu dan kelembapan membantu menurunkan error kadar CO₂ menjadi 0,57% pada kondisi udara sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi perangkat lunak, termasuk algoritma dan pemilihan library yang tepat, memainkan peran penting dalam meningkatkan akurasi dan stabilitas data sensor. Penelitian ini memberikan panduan untuk pengembangan sistem IoT yang lebih efektif dan efisien.

Item Type: Thesis (S1 - Sarjana)
Contributor:
Pembimbing
Hidayat, Tonny
Uncontrolled Keywords: Internet of Things, ESP32, Pemantauan Kualitas Udara, Sensor, Rekayasa Perangkat Lunak
Subjects: 000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 004 Pemrosesan data dan ilmu komputer
000 - Komputer, Informasi dan Referensi Umum > 000 Ilmu komputer, ilmu pengetahuan dan sistem-sistem > 005 Pemrograman komputer, program dan data
Divisions: Fakultas Ilmu Komputer > Teknik Komputer
Depositing User: RC Universitas AMIKOM Yogyakarta
Date Deposited: 09 Apr 2025 02:58
Last Modified: 09 Apr 2025 02:58
URI: http://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/29174

Actions (login required)

View Item View Item