Abhista, Daffa Putra (2026) {JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIS} PENGAPLIKASIAN TEORI MISE EN SCENE DALAM PEMBUATAN MUSIK VIDEO SANGKAN PARAN. S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta.
|
Text (COVER-ABSTRAK)
COVER.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (234kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (364kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (454kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (533kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Download (140kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN)
Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Archive (SOURCE CODE)
Sourcecode - 19.96.1226.zip - Published Version Restricted to Repository staff only Download (122kB) |
|
|
Text (PUBLIKASI)
Publikasi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (568kB) |
Abstract
Musik video tidak hanya berfungsi sebagai media promosi lagu, tetapi juga menjadi sarana komunikasi visual yang mampu menyampaikan suasana, emosi, dan makna sebuah karya musik kepada penonton. Dalam proses tersebut, sutradara memiliki peran penting dalam menerjemahkan lagu ke dalam bentuk visualnya. Penelitian ini membahas peran sutradara dalam membangun narasi visual pada musik video “Sangkanparan” karya Looser Lovers Club dengan menggunakan teori Mise en Scène dari David Bordwell dan Kristin Thompson. Fokus utama penelitian ini diarahkan pada unsur setting, lighting, costume and make-up, serta staging/performance sebagai elemen utama pembentuk visual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisa visual terhadap musik video “Sangkanparan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sutradara berperan aktif dalam membentuk identitas visual karya melalui pengelolaan unsur mise en scène. Penggunaan low-light lighting menjadi elemen visual yang paling dominan dalam menciptakan atmosfer gelap, intim, dan emosional yang selaras dengan nuansa lagu. Selain itu, pemilihan setting yang sederhana, gaya visual yang minimalis, serta pengarahan performa pemain turut memperkuat penyampaian makna visual dalam musik video. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengolahan unsur mise en scène oleh sutradara tidak hanya berfungsi sebagai pendukung estetika belaka, tetapi juga menjadi strategi komunikasi visual yang membantu membangun hubungan emosional antara karya dan penonton.
| Item Type: | Thesis (S1 - Sarjana) | ||
|---|---|---|---|
| Contributor: |
|
||
| Uncontrolled Keywords: | Mise en Scène, Musik Video, Sutradara, Narasi Visual, Komunikasi Visual, Director, Music Video, Visualization, Dramatic Structure, Song Interpretation. | ||
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302.2 Ilmu Komunikasi | ||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi & Sosial > Ilmu Komunikasi | ||
| Depositing User: | RC Universitas AMIKOM Yogyakarta | ||
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 04:24 | ||
| Last Modified: | 14 Sep 2026 04:24 | ||
| URI: | http://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32744 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

