Rahmadhani, Adzila Gilang (2025) {JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIST} PENERAPAN KONSEP NARATIF DALAM PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER BUDAYA BATIK DARMO JOGJA “IGNORANCE”. S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta.
|
Text (COVER-ABSTRAK)
COVER.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (379kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (452kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (312kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (865kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (101kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN)
Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Archive (SOURCE CODE)
Sourcecode - 21.96.2859.zip - Published Version Restricted to Repository staff only Download (410kB) |
|
|
Text (PUBLIKASI)
Publikasi.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (552kB) |
Abstract
Penelitian serta proses penciptaan film dokumenter berjudul “Ignorance” berangkat dari fenomena rendahnya ketertarikan dan pemahaman Generasi Z terhadap batik tulis sebagai warisan budaya Indonesia. Dominasi tren global dan budaya serba digital membuat proses pembuatan batik tulis yang mengandung nilai filosofis, sejarah panjang, dan keterampilan tradisional ini semakin jarang diketahui. Situasi tersebut berpotensi menghambat regenerasi pengrajin dan mengancam keberlangsungan batik tulis di masa mendatang. Dokumenter Ignorance dibuat dengan pendekatan naratif sebagai strategi penyutradaraan agar pesan budaya dapat tersampaikan secara jelas, emosional, dan mudah diterima oleh Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan analisis visual untuk memahami bagaimana unsur naratif mampu menciptakan kedekatan antara penonton dan topik budaya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penyusunan narasi yang terstruktur meliputi alur kronologis, visual informatif, narasi yang menyentuh perasaan, serta wawancara yang mampu meningkatkan pengetahuan audiens mengenai makna dan proses pembuatan batik tulis, khususnya Batik Darmo Jogja. Dokumenter ini berfungsi sebagai media edukasi interaktif yang relevan bagi institusi pendidikan, komunitas kreatif, maupun platform digital. Selain memberikan kontribusi akademis dalam pelestarian data budaya dan kajian film dokumenter, karya ini juga memiliki manfaat praktis sebagai panduan visual untuk belajar membatik serta menumbuhkan keterlibatan generasi muda dalam menjaga budaya lokal. Dengan demikian, Ignorance tidak hanya merekam fakta budaya, tetapi juga menjadi bentuk revitalisasi batik tulis melalui penyampaian naratif yang sesuai dengan karakter generasi digital.
| Item Type: | Thesis (S1 - Sarjana) | ||
|---|---|---|---|
| Contributor: |
|
||
| Uncontrolled Keywords: | Generasi Z, Batik Tulis, Konsep Naratif, Pelestarian Budaya, Batik Darmo Jogja, Hand-drawn Batik, Narrative Concept, Cultural Preservation. | ||
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302.2 Ilmu Komunikasi | ||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi & Sosial > Ilmu Komunikasi | ||
| Depositing User: | RC Universitas AMIKOM Yogyakarta | ||
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 02:25 | ||
| Last Modified: | 28 Jul 2026 02:25 | ||
| URI: | http://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32401 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

