Marwa, Enrico Raphael Joshua (2026) TRATEGI HEDGING INDONESIA DI ANTARA AMERIKA SERIKAT DAN TIONGKOK PADA SEKTOR SEMIKONDUKTOR. S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta.
|
Text (COVER-ABSTRAK)
COVER.pdf - Published Version Download (708kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (563kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB I.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (563kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (450kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (441kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (740kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (144kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (339kB) |
Abstract
Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada sektor semikonduktor telah mengubah struktur rantai pasok global secara signifikan, menciptakan tantangan sekaligus peluang strategis bagi negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan dan bentuk implementasi strategi hedging Indonesia dalam menavigasi rivalitas kedua kekuatan besar tersebut guna mengamankan kepentingan teknologi nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka serta mengadopsi kerangka konseptual Comprehensive Hedging Framework dari Alfred Gerstl. Kerangka ini digunakan untuk membedah persepsi risiko dan peluang para elite kebijakan serta manifestasinya dalam kebijakan luar negeri dan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi hedging Indonesia lahir dari perhitungan yang matang. Hal ini didasari oleh cara pandang elite dalam negeri yang melihat situasi dari dua sisi sekaligus. Tiongkok dipandang memiliki nilai strategis tinggi dalam aspek pragmatisme ekonomi, khususnya untuk penyediaan modal cepat dan infrastruktur industri, sedangkan Amerika Serikat dinilai krusial sebagai penyeimbang keamanan dan penyedia standar teknologi global yang mapan. Implementasi strategi ini terwujud melalui manuver ganda yang saling melengkapi: Indonesia melakukan keterlibatan ekonomi (limited bandwagoning) dengan Tiongkok melalui percepatan hilirisasi silika dan pengembangan kawasan industri, namun secara simultan melakukan pengikatan (binding-engagement) dengan Amerika Serikat melalui kerja sama pengembangan sumber daya manusia dan diversifikasi teknologi untuk mencegah ketergantungan tunggal atau lock-in. Temuan ini juga menyoroti karakteristik unik strategi Indonesia berupa resourcebased hedging, yang memanfaatkan kontrol atas bahan baku kritis sebagai daya tawar utama, berbeda dengan pendekatan berbasis insentif fiskal yang umum diterapkan negara tetangga. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga otonomi strategis Indonesia, memungkinkan negara menyerap investasi dari kedua belah pihak tanpa terjebak dalam keberpihakan blok yang kaku.
| Item Type: | Thesis (S1 - Sarjana) | ||
|---|---|---|---|
| Contributor: |
|
||
| Uncontrolled Keywords: | Hedging, Semikonduktor, Rivalitas Amerika Serikat-Tiongkok, Kebijakan Luar Negeri Indonesia, Resource-Based Hedging. | ||
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 327 Hubungan internasional | ||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi & Sosial > Hubungan Internasional | ||
| Depositing User: | RC Universitas AMIKOM Yogyakarta | ||
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 07:21 | ||
| Last Modified: | 23 Jul 2026 07:21 | ||
| URI: | http://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32344 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

