Bintara, Aldimas Dwi Arya (2025) {SKEMA ARTIS} PROSES PEMBUATAN BATIK DIFABELZONE MELALUI PHOTO STORY. S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta.
|
Text (COVER-ABSTRAK)
COVER.pdf - Published Version Download (736kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (520kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (348kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (358kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (521kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (121kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN)
Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Archive (SOURCE CODE)
Sourcecode - 21.96.2335.zip - Published Version Restricted to Repository staff only Download (107MB) |
|
|
Text (PUBLIKASI)
Publikasi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (939kB) |
Abstract
Karya tugas akhir ini berjudul “PROSES PEMBUATAN BATIK DIFABELZONE MELALUI PHOTO STORY “ yang berfokus pada proses kreatif dan perjuangan komunitas DifabelZone di Bantul, Yogyakarta. Karya ini mengangkat isu inklusi sosial melalui pendekatan fotografi dokumenter dengan metode photo story, yang menampilkan rangkaian foto sebagai narasi visual tentang proses membatik oleh para penyandang difabel. Fokus permasalahan dalam karya ini adalah bagaimana media fotografi dapat digunakan untuk merepresentasikan kemandirian, kreativitas, dan daya juang penyandang difabel dalam mempertahankan warisan budaya batik, sekaligus menepis stereotip negatif yang sering melekat pada kelompok difabel. Dalam proses penciptaan, penulis menggunakan teori EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Timing) untuk mengarahkan pengambilan gambar secara sistematis, serta teori Proses Kreatif Graham Wallas sebagai pedoman dalam tahapan ide hingga realisasi karya. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan anggota komunitas DifabelZone. Hasil karya berupa sepuluh foto utama yang disusun menjadi satu narasi visual utuh, menggambarkan tahapan proses membatik mulai dari persiapan, pencantingan, pewarnaan, hingga penjemuran hasil karya. Karya ini menunjukkan bahwa fotografi dapat menjadi media advokasi sosial yang efektif dalam membangun empati dan kesadaran publik terhadap potensi penyandang difabel. Melalui photo story ini, komunitas DifabelZone ditampilkan bukan sebagai objek belas kasihan, melainkan sebagai subjek kreatif yang berdaya dan berkontribusi dalam pelestarian budaya bangsa.
| Item Type: | Thesis (S1 - Sarjana) | ||
|---|---|---|---|
| Contributor: |
|
||
| Uncontrolled Keywords: | Photo Story, DifabelZone, Photojournalism, Social Inclusion, Batik, Fotografi Jurnalistik, Inklusi Sosial. | ||
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302.2 Ilmu Komunikasi | ||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi & Sosial > Ilmu Komunikasi | ||
| Depositing User: | RC Universitas AMIKOM Yogyakarta | ||
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 06:30 | ||
| Last Modified: | 23 Feb 2026 06:30 | ||
| URI: | http://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31605 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

