ADAPTASI ANTARBUDAYA NGAJI PEGON PADA SANTRI SUMATRA DI PONDOK PESANTREN AN NAWAWI BERJAN PURWOREJO

LUTHFI, TEGAR MUHAMMAD (2025) ADAPTASI ANTARBUDAYA NGAJI PEGON PADA SANTRI SUMATRA DI PONDOK PESANTREN AN NAWAWI BERJAN PURWOREJO. S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta.

[img] Text (COVER-ABSTRAK)
COVER.pdf - Published Version

Download (826kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (291kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (610kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (275kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (789kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (102kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN)
Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (866kB)
[img] Text (PUBLIKASI)
Publikasi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (536kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses adaptasi komunikasi antarbudaya santri asal Sumatra dalam memahami pembelajaran Ngaji Pegon di Pondok Pesantren An Nawawi Berjan Purworejo. Latar belakang penelitian berangkat perbedaan budaya dabn kesulitan santri Sumatra dalam memahami materi Ngaji Pegon yang disampaikan menggunakan bahasa Jawa krama dengan tulisan Arab Pegon. Kondisi ini menimbulkan hambatan, keterkejutan budaya, dan rasa keterasingan dalam lingkungan sosial pesantren. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk hambatan yang dihadapi, strategi adaptasi bahasa yang digunakan, serta proses pembentukan makna simbolik yang muncul melalui interaksi sosial di pesantren. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kerangka teori interaksionisme simbolik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap santri Sumatra.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap awal, santri mengalami kebingungan simbolik akibat perbedaan bahasa dan ekspektasi dalam pembelajaran. Hambatan bahasa ini berdampak pada keterlibatan dalam proses belajar dan interaksi sehari-hari. Namun, melalui interaksi berkelanjutan dengan ustadz dan rekan sebaya, santri mulai memahami makna simbol bahasa Jawa dan tulisan Arab Pegon. Proses adaptasi dilakukan melalui pembelajaran kosakata, penerjemahan mandiri, dan diskusi kelompok kecil. Pembelajaran Ngaji Pegon bagi santri lintas budaya memerlukan pemahaman terhadap makna bahasa, pengenalan huruf-huruf Pegon, serta penguasaan aplikasinya. Proses ini membutuhkan waktu yang relatif panjang hingga santri mampu beradaptasi penuh.

Item Type: Thesis (S1 - Sarjana)
Contributor:
Pembimbing
-, Nurbayti
Uncontrolled Keywords: komunikasi antarbudaya,adaptasi bahasa, Ngaji Pegon, interaksionisme simbolik, pesantren An Nawawi. intercultural communication, language adaptation, Ngaji Pegon, symbolic interactionism, Islamic boarding school An Nawawi.
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302.2 Ilmu Komunikasi
Divisions: Fakultas Ekonomi & Sosial > Ilmu Komunikasi
Depositing User: RC Universitas AMIKOM Yogyakarta
Date Deposited: 23 Feb 2026 02:52
Last Modified: 23 Feb 2026 02:52
URI: http://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31595

Actions (login required)

View Item View Item