TY - THES M1 - bachelor ID - universitasamikomyogyakarta33190 AV - restricted TI - ANALISIS SENTIMEN PUBLIK TERHADAP PROGRAM MAKANAN BERGIZI GRATIS MENGGUNAKAN MODEL INDOBERT UR - https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/33190/ A1 - Nugraha, Zahran Y1 - 2026/02/18/ KW - Analisis Sentimen KW - IndoBERT KW - Makanan Bergizi Gratis KW - Opini Publik KW - Media Sosial KW - entiment Analysis KW - Free Nutritious Meal Program KW - Public Opinion KW - Social Media. PB - Universitas AMIKOM Yogyakarta N2 - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan sumber daya manusia di Indonesia. Kebijakan ini memicu berbagai respons publik di media sosial X, baik berupa dukungan, kritik, maupun opini netral. Volume opini yang besar dan tidak terstruktur menyulitkan analisis secara manual, sehingga diperlukan pendekatan komputasional berbasis Natural Language Processing (NLP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap Program MBG menggunakan model IndoBERT. Metode penelitian diawali dengan pengumpulan data melalui web scraping menggunakan Tweet Harvest pada periode Agustus hingga November 2025. Dataset awal sebanyak 4.874 tweet diproses melalui tahapan Exploratory Data Analysis (EDA), preprocessing (case folding, cleaning, dan normalisasi), serta pelabelan otomatis menggunakan pendekatan lexicon-based. Data kemudian dibagi dengan rasio 80% untuk pelatihan dan 20% untuk pengujian menggunakan metode stratified split. Model IndoBERT-Large-P2 diinisialisasi dan dilakukan proses fine-tuning untuk klasifikasi tiga kelas sentimen, yaitu positif, netral, dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IndoBERT mampu mengklasifikasikan sentimen publik secara efektif berdasarkan metrik accuracy, precision, recall, dan macro F1-score. Confusion matrix menunjukkan bahwa kesalahan klasifikasi paling sering terjadi pada kelas netral. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemetaan opini publik berbasis NLP serta dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan pemangku kebijakan untuk memahami respons masyarakat secara kuantitatif. ER -