<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>OPTIMASI KLASTERING K-MEANS UNTUK SEGMENTASI&#13;
PELANGGAN DENGAN INTEGRASI PCA, DBSCAN DAN KMEANS++</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tonik</mods:namePart><mods:namePart type="family">Purwanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Segmentasi pelanggan merupakan salah satu strategi penting dalam&#13;
memahami perilaku pelanggan dan mendukung pengambilan keputusan bisnis.&#13;
Namun, metode klasterisasi konvensional seperti K-Means memiliki kelemahan&#13;
dalam menentukan jumlah klaster secara optimal, sensitif terhadap inisialisasi titik&#13;
pusat (centroid) awal, serta kurang mampu menangani pencilan (outlier) pada data.&#13;
Permasalahan tersebut dapat menyebabkan kualitas segmentasi pelanggan menjadi&#13;
kurang optimal, sehingga strategi pemasaran, pelayanan pelanggan dan&#13;
pengambilan keputusan bisnis menjadi kurang tepat sasaran.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan CRISPDM&#13;
untuk&#13;
menyelesaikan&#13;
permasalahan&#13;
tersebut.&#13;
Tahapan&#13;
penelitian&#13;
dimulai&#13;
dari&#13;
&#13;
business&#13;
&#13;
understanding, data understanding, data preparation, modeling dan&#13;
evaluation. dataset   yang digunakan adalah Online Retail dengan pendekatan RFM&#13;
(recency, frequency, monetary). Metode yang diusulkan adalah hybrid dengan&#13;
mengintegrasikan PCA untuk menyederhanakan struktur data, mengurangi korelasi&#13;
antar fitur, serta membantu visualisasi data klasterisasi, DBSCAN untuk&#13;
mengidentifikasi noise yang merepresentasikan outlier dan menentukan jumlah&#13;
klaster secara otomatis, serta K-Means++ untuk menghasilkan klaster akhir yang&#13;
lebih stabil.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hybrid menghasilkan&#13;
performa klasterisasi terbaik dengan nilai Silhouette Score sebesar 0.464281, lebih&#13;
tinggi dibandingkan K-Means dan K-Means++ sebesar 0.432940. Selain itu,&#13;
metode hybrid menghasilkan Davies-Bouldin Index (DBI) terendah sebesar&#13;
0.821916 dan Calinski-Harabasz Index tertinggi sebesar 5103.759768. Kontribusi&#13;
penelitian ini adalah memberikan metode segmentasi pelanggan yang lebih optimal&#13;
untuk membantu perusahaan ritel dalam menentukan strategi pemasaran dan&#13;
pengelolaan pelanggan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">006 Metode komputer khusus</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>