<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGEMBANGAN ARSITEKTUR HIBRIDA EFFICIENTNETVIT&#13;
DENGAN&#13;
EXPLAINABLE&#13;
AI&#13;
(XAI)&#13;
UNTUK&#13;
DETEKSI&#13;
&#13;
PENYAKIT&#13;
TANAMAN&#13;
PISANG</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rasyif Ibnu</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hasri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penyakit pada tanaman pisang seperti Sigatoka, Cordana, dan Panama&#13;
merupakan ancaman serius yang berdampak pada terganggunya ketahanan pangan.&#13;
Diagnosis manual dinilai lambat, sehingga dibutuhkan sistem deteksi otomatis yang&#13;
tangguh. Sayangnya, penggunaan model deep learning tunggal menghadapi&#13;
keterbatasan arsitektural. Convolutional Neural Network (CNN) kesulitan&#13;
menangkap konteks spasial jarak jauh, sedangkan Vision Transformer (ViT) rentan&#13;
mengalami overfitting pada dataset berskala kecil. &#13;
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, penelitian ini merancang arsitektur&#13;
hibrida yang mengintegrasikan EfficientNetV2 (pengekstraksi fitur lokal) dan ViT&#13;
(pengekstraksi konteks global). Metode ini menggunakan 4.675 citra sekunder&#13;
untuk proses permodelan, serta 40 citra lapangan primer untuk pengujian validasi&#13;
eksternal (mengukur pergeseran domain). Selain itu, teknik Explainable AI berbasis&#13;
Grad-CAM diterapkan untuk memvisualisasikan landasan pengambilan keputusan&#13;
dan mengatasi sifat kotak hitam. &#13;
Hasil pengujian internal menunjukkan EfficientNetV2 mencapai akurasi&#13;
tertinggi 99,29%, diikuti ViT (98,58%), dan Hibrida (97,88%). Namun, pada&#13;
pengujian eksternal di lapangan, ViT turun drastis menjadi 62,50%. Sementara itu,&#13;
EfficientNetV2 (82,50%) dan Hibrida terbukti stabil di angka 80,00%. Analisis&#13;
Grad-CAM memvalidasi bahwa model hibrida mengevaluasi geometri lesi secara&#13;
holistik melalui mekanisme self-attention, sehingga mampu mengatasi kelemahan&#13;
spesifik CNN yang hanya mengunci fitur tepi lesi secara parsial dan rentan salah&#13;
klasifikasi pada kasus dengan kemiripan tekstur antar-kelas penyakit. Penelitian ini&#13;
berkontribusi menghasilkan sistem deteksi andal dan transparan bagi praktisi&#13;
pertanian. Untuk penelitian lanjutan, direkomendasikan menerapkan segmentasi&#13;
latar belakang, pengayaan augmentasi data lapangan, kompresi arsitektur seluler,&#13;
serta restrukturisasi lapisan penyandian posisi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>