<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>IMPLEMENTASI LEARNING TO RANK DALAM&#13;
IDENTIFIKASI RISIKO TRANSAKSI FRAUD PADA SISTEM&#13;
KEUANGAN DIGITAL</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Azizi Egatri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mu'thi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>erkembangan sistem keuangan digital mendorong peningkatan volume&#13;
transaksi yang signifikan, namun sekaligus menimbulkan risiko fraud yang&#13;
semakin kompleks. Sistem deteksi fraud berbasis machine learning yang ada saat&#13;
ini umumnya menerapkan pendekatan klasifikasi biner untuk menentukan apakah&#13;
suatu transaksi tergolong fraud atau bukan. Pendekatan ini memiliki keterbatasan&#13;
dalam konteks operasional nyata, karena tidak mampu memberikan informasi&#13;
prioritas investigasi bagi tim analis ketika menghadapi ribuan transaksi yang&#13;
terdeteksi setiap harinya.&#13;
Penelitian ini mengimplementasikan metode Learning to Rank berbasis&#13;
algoritma LambdaMART untuk mengidentifikasi dan memeringkat risiko transaksi&#13;
fraud pada sistem keuangan digital. Dataset yang digunakan adalah Credit Card&#13;
Fraud Detection dari Kaggle yang memuat 284.807 transaksi dengan proporsi fraud&#13;
sebesar 0,17%. Data dibagi menggunakan time-based split (70% latih, 15%&#13;
validasi, 15% uji) dan dikelompokkan dalam Query berbasis jendela waktu satu&#13;
jam. Arsitektur Dual Pipeline dikembangkan untuk membandingkan dua&#13;
pendekatan, yaitu Pure LambdaMART yang dilatih menggunakan fitur asli, dan&#13;
Hybrid LTR yang menggabungkan fitur asli dengan skor probabilitas Out-of-Fold&#13;
(OOF) dari XGBoost Classifier yang ditransformasi menggunakan fungsi logit.&#13;
Kinerja model dievaluasi menggunakan metrik pemeringkatan Normalized&#13;
Discounted Cumulative Gain (NDCG), Precision, Recall, dan Mean Average&#13;
Precision (MAP).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Hybrid LTR terbukti lebih&#13;
unggul dalam memprioritaskan transaksi fraud dibandingkan model Pure&#13;
LambdaMART dan baseline klasifikasi, dengan mencapai skor NDCG@10&#13;
tertinggi sebesar 0,816. Pendekatan hibrida ini membuktikan bahwa integrasi&#13;
ekstraksi pola penipuan secara global dengan optimasi urutan secara lokal mampu&#13;
menghasilkan daftar prioritas investigasi yang efektif dan adaptif bagi lembaga&#13;
keuangan dan perusahaan fintech.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>