<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PERFORMA ALGORITMA MACHINE LEARNING&#13;
UNTUK KLASIFIKASI STATUS STUNTING PADA BALITA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ahmad Aroyuna</mods:namePart><mods:namePart type="family">Staifen</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada balita akibat&#13;
kurang gizi berkepanjangan yang berdampak serius terhadap kemampuan kognitif&#13;
dan produktivitas anak di masa depan. Masalah ini seringkali terlambat dideteksi&#13;
karena keterbatasan alat bantu diagnosis yang presisi, sehingga diperlukan&#13;
pendekatan teknologi cerdas untuk membantu deteksi dini status gizi balita secara&#13;
cepat dan akurat.&#13;
Penelitian ini menerapkan metode Ensemble Learning untuk&#13;
mengklasifikasikan status stunting secara biner menggunakan lima algoritma, yaitu&#13;
Decision Tree sebagai baseline, Random Forest, XGBoost, LightGBM, dan&#13;
CatBoost. Evaluasi kinerja dilakukan menggunakan Stratified 10-Fold CrossValidation&#13;
pada&#13;
39.425&#13;
data&#13;
bersih&#13;
dengan&#13;
atribut&#13;
jenis&#13;
kelamin,&#13;
umur,&#13;
dan&#13;
tinggi&#13;
&#13;
badan.&#13;
&#13;
Hasil&#13;
&#13;
penelitian menunjukkan bahwa seluruh algoritma memperoleh&#13;
performa sangat tinggi: Decision Tree 99,62%, Random Forest 99,72%, XGBoost&#13;
99,67%, LightGBM 99,59%, dan CatBoost 99,67% (akurasi dan F1-Score).&#13;
Random Forest menempati peringkat pertama berdasarkan weighted F1-Score,&#13;
namun uji McNemar's test menunjukkan bahwa perbedaan antarmodel tidak&#13;
signifikan secara statistik (α = 0,05).&#13;
Tinggi badan dan umur terbukti sebagai indikator dominan pada seluruh&#13;
model. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh instansi kesehatan, Puskesmas,&#13;
dan kader Posyandu sebagai dasar sistem pendukung keputusan klinis untuk&#13;
screening awal stunting secara massal dan efisien.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>