<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENERAPAN EXPLAINABLE ARTIFICIAL INTELLIGENCE&#13;
(XAI) PADA MODEL DEEP LEARNING UNTUK DETEKSI&#13;
GAMBAR DEEPFAKE MENGGUNAKAN GRAD-CAM</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nizar Mohammad Bintang Tri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pratama</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah memungkinkan&#13;
pembuatan konten manipulasi wajah yang dikenal sebagai deepfake, yang&#13;
berpotensi menimbulkan dampak serius seperti penyebaran informasi palsu,&#13;
penipuan digital, dan ancaman terhadap privasi individu. Meskipun model deep&#13;
learning mampu mendeteksi deepfake dengan akurasi tinggi, sifat black-box dari&#13;
model tersebut menyebabkan sulitnya memahami proses pengambilan keputusan&#13;
yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi&#13;
deepfake berbasis arsitektur Xception dengan pendekatan transfer learning dan&#13;
fine-tuning, serta menerapkan metode Explainable Artificial Intelligence (XAI)&#13;
menggunakan teknik Gradient-weighted Class Activation Mapping (Grad-CAM)&#13;
untuk meningkatkan transparansi model. Dataset yang digunakan adalah CelebDFV2&#13;
yang&#13;
terdiri&#13;
dari&#13;
20.000&#13;
citra&#13;
wajah&#13;
asli&#13;
dan&#13;
deepfake,&#13;
dengan&#13;
tahapan&#13;
praproses&#13;
&#13;
meliputi&#13;
resampling,&#13;
face&#13;
cropping&#13;
menggunakan&#13;
MTCNN,&#13;
dan&#13;
augmentasi&#13;
data.&#13;
&#13;
Hasil&#13;
&#13;
evaluasi menunjukkan bahwa model berhasil mencapai akurasi sebesar&#13;
93,6%, nilai recall kelas Fake sebesar 0,98, dan nilai AUC sebesar 0,9888, yang&#13;
mengindikasikan kemampuan diskriminasi model yang sangat baik. Visualisasi&#13;
Grad-CAM membuktikan bahwa model memfokuskan perhatiannya pada area&#13;
wajah yang relevan secara semantik dalam proses klasifikasi, sehingga&#13;
meningkatkan interpretabilitas dan kepercayaan terhadap sistem. Hasil penelitian&#13;
ini dapat dimanfaatkan oleh peneliti, praktisi keamanan digital, jurnalis, serta&#13;
penegak hukum dalam upaya verifikasi keaslian konten visual di era kecerdasan&#13;
buatan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>