<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENDEKATAN EXPLAINABLE MACHINE LEARNING&#13;
MENGGUNAKAN CATBOOST DAN SHAP UNTUK&#13;
KLASIFIKASI SPESIES PENGUIN BERDASARKAN&#13;
MORFOLOGI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Cornelia</mods:namePart><mods:namePart type="family">-</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Data penguin di Kepulauan Palmer, Antartika, merupakan salah satu contoh &#13;
data yang banyak digunakan untuk penelitian ilmiah karena mencerminkan variasi&#13;
biologis yang kompleks antarspesies. Namun, sebagian besar penelitian terdahulu&#13;
hanya berfokus pada peningkatan akurasi model tanpa menjelaskan faktor-faktor&#13;
yang memengaruhi hasil klasifikasi. Hal ini menyebabkan keterbatasan dalam&#13;
memahami secara mendalam hubungan antara fitur morfologi dengan prediksi&#13;
spesies. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma CatBoostClassifier&#13;
dalam dua konfigurasi, yaitu parameter default dan hasil hyperparameter tuning,&#13;
pada Dataset 1 dan Dataset 2 yang telah diselaraskan. Tahapan penelitian meliputi&#13;
eksplorasi dan preprocessing data, pembagian dataset, pemodelan, evaluasi kinerja&#13;
menggunakan metrik klasifikasi, serta interpretasi model dengan pendekatan&#13;
Explainable Machine Learning berbasis SHAP. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa model CatBoostClassifier hasil tuning mampu menghasilkan kinerja yang&#13;
optimal dan stabil dengan tingkat akurasi sebesar 99% pada Dataset 1 dan 85% pada&#13;
Dataset 2, yang selanjutnya divalidasi melalui pengujian menggunakan data&#13;
eksternal. Analisis SHAP mengungkap bahwa fitur morfologi seperti panjang paruh&#13;
(Culmen Length (mm) / Bill Length (mm)), kedalaman paruh (Culmen Depth (mm)&#13;
/ Bill Depth (mm)), panjang sirip (Flipper Length (mm)), dan massa tubuh (Body&#13;
Mass (g)) memiliki kontribusi yang berbeda dalam membedakan setiap spesies&#13;
penguin. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan model klasifikasi yang&#13;
tidak hanya akurat tetapi juga interpretatif, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai&#13;
alat bantu analisis berbasis data dalam bidang biologi, khususnya dalam identifikasi&#13;
spesies, serta mendukung kajian keanekaragaman hayati dan konservasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>