<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PREDIKSI CUSTOMER CHURN PADA LAYANAN &#13;
TELEKOMUNIKASI MENGGUNAKAN ALGORITMA &#13;
MACHINE LEARNING</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nasywa Febia</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hartono</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Industri telekomunikasi terus mengamati tingkat churn pelanggan karena&#13;
pelanggan berdampak pada penurunan pendapatan dan efektivitas upaya retensi&#13;
pelanggan. Dengan menggunakan algoritma machine learning berbasis data&#13;
tabular, penelitian ini bertujuan untuk membangun model yang dapat memprediksi&#13;
tingkat penurunan pelanggan. &#13;
Dataset pelanggan telekomunikasi mencakup fitur dan pola pembayaran&#13;
seperti tenure, TotalCharges, MonthlyCharges, jenis kontrak, layanan internet dan&#13;
metode pembayaran, dengan pembagian data 80:20. Algoritma yang digunakan&#13;
adalah Logistic Regression, Random Forest, Support Vector Machine (SVM),&#13;
Gradient Boosting dan XGBoost. Analisis model didukung oleh analisis calibration&#13;
curve, gain dan lift chart, serta ROC-AUC, accuracy, precision, dan recall. Features&#13;
importance dan permutation importance digunakan untuk penyesuaian threshold&#13;
dan analisis interpretabilitas. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma XGBoost menunjukkan&#13;
kinerja terbaik dibandingkan algoritma lainnya dengan akurasi sebesar 80,27% dan&#13;
ROC-AUC sebesar 0,8415. Gradient Boosting menempati posisi kedua dengan&#13;
akurasi sebesar 80,13% dan ROC-AUC sebesar 0,8411. Random Forest dan SVM&#13;
memiliki kinerja yang lebih rendah dibandingkan model Logistic Regression, yang&#13;
memiliki recall tertinggi sebesar 78,07% dan ROC-AUC sebesar 0,8412. Hasil ini&#13;
menunjukkan algoritma berbasis boosting lebih baik menemukan pola kompleks&#13;
dalam data churn. &#13;
Selain mengidentifikasi pelanggan yang berisiko berhenti berlangganan,&#13;
teknik prediksi churn yang dihasilkan ini juga memberikan informasi mengenai&#13;
faktor-faktor yang memengaruhi churn. Untuk meningkatkan retensi pelanggan di&#13;
sektor telekomunikasi, model ini dapat digunakan sebagai landasan dalam&#13;
pengambilan keputusan strategis.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>