<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PREDIKSI KONDISI MENTAL PENGGUNA SOSIAL MEDIA&#13;
SOSIAL X PENGGUNA BERDASARKAN DATA TEKS&#13;
MENGGUNAKAN LONG SHORT-TERM MEMORY</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fauziah Gusri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yasinta</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kesehatan mental adalah bagian penting dalam hidup seseorang yang sering&#13;
tidak diperhatikan, dan kasus gangguan mental seperti depresi serta kecemasan&#13;
semakin banyak terjadi. Deteksi dini sulit dilakukan karena adanya stigma sosial&#13;
dan kurangnya akses ke layanan profesional. Media sosial seperti Twitter/X&#13;
menjadi tempat bagi orang-orang untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman&#13;
psikologis mereka, sehingga teks dari platform ini bisa digunakan untuk&#13;
memprediksi kondisi mental seseorang dengan menggunakan metode Natural&#13;
Language Processing (NLP) dan deep learning. Penelitian ini ingin&#13;
membandingkan bagaimana sempat jenis arsitektur LSTM bekerja, yaitu LSTM&#13;
biasa, LSTM berarah dua arah (BiLSTM), LSTM yang menggunakan mekanisme&#13;
perhatian (LSTM+Attention), dan LSTM yang menggunakan multi-head attention&#13;
(LSTM+MultiHead), dalam memprediksi kondisi mental pengguna dari data teks.&#13;
Dataset yang digunakan adalah Mental Health Corpus, yang terdiri dari 27.977&#13;
sampel teks dan memiliki dua kategori label, yaitu normal dan indikasi gangguan&#13;
mental. Model dilatih menggunakan embedding yang sudah dilatih sebelumnya&#13;
yaitu Dolma 300D, dan penilaian dilakukan dengan mengukur beberapa metrik&#13;
seperti akusasi, presisi, recall, skor F1, serta AUC-ROC. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa model BiLSTM memiliki konjerja terbaik dengan akurasi&#13;
mencapai 92,98%, presisi 91,30%, recall 94,83%, F1-score 93,04%, serta AUCROC&#13;
98,15%.&#13;
Model&#13;
berikutnya&#13;
adalah&#13;
LSTM+Attention&#13;
dengan&#13;
akurasi&#13;
dengan&#13;
&#13;
akurasi&#13;
91,83%&#13;
dan&#13;
F1-score&#13;
91,99%,&#13;
kemudian&#13;
LSTM&#13;
dengan&#13;
akurasi&#13;
92,07%&#13;
dan&#13;
&#13;
F1-score&#13;
&#13;
92,24%, serta LSTM+MultiHead dengan akurasi 91,10% dan F1-score&#13;
91,27%. Penelitian ini membantu memilih arsitektur yang sesuai untuk system&#13;
deteksi dini Kesehatan mental yang menggunakan teks, serta memberikan&#13;
pemahaman tentang bagaimana efektivitas dari mekanisme bidireksional dan&#13;
perhatian.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>