<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS SENTIMEN TERHADAP KERETA CEPAT&#13;
WHOOSH MELALUI KOMENTAR TIKTOK&#13;
MENGGUNAKAN INDOBERT</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">M. Taufik</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pratama</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pesatnya perkembangan media sosial TikTok telah menjadikannya platform&#13;
krusial bagi masyarakat untuk menyampaikan opini secara real-time terhadap&#13;
berbagai isu, termasuk operasional kereta cepat Whoosh. Namun, tingginya&#13;
intensitas komentar yang bersifat informal dan ambigu menimbulkan tantangan&#13;
dalam memahami kecenderungan opini publik secara sistematis. Dampak dari&#13;
masalah ini adalah sulitnya pihak pengelola maupun pemerintah dalam memetakan&#13;
persepsi publik yang sebenarnya guna melakukan evaluasi layanan.  Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis sentimen komentar pengguna TikTok mengenai&#13;
Whoosh menggunakan model IndoBERT dengan pendekatan fine-tuning. Data&#13;
sebanyak 1.337 komentar dikumpulkan menggunakan TikTok Comments Scraper&#13;
dan melalui tahap preprocessing yang meliputi pembersihan teks, penghapusan&#13;
emoji, serta pelabelan manual ke dalam kategori positif, negatif, dan netral. Model&#13;
IndoBERT kemudian dibandingkan kinerjanya dengan tiga metode lain, yaitu&#13;
Lexicon-Based Sentiment Analysis, Support Vector Machine (SVM), dan&#13;
Bidirectional Long Short-Term Memory (BiLSTM).  Hasil penelitian menunjukkan&#13;
dominasi sentimen negatif yang ekstrem sebesar 87,3%, yang terutama dipicu oleh&#13;
keluhan mengenai harga tiket yang dianggap tidak terjangkau. Secara teknis,&#13;
evaluasi menggunakan metrik F1 Macro mengungkapkan bahwa BiLSTM&#13;
mencapai performa tertinggi (0,4277), diikuti oleh SVM (0,4096), dan IndoBERT&#13;
(0,3395). Hal ini membuktikan bahwa pada dataset kecil dan tidak seimbang, model&#13;
dengan kompleksitas lebih rendah mampu mengungguli model Transformer. Hasil&#13;
penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh manajemen PT KCIC sebagai bahan evaluasi&#13;
kebijakan harga dan layanan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>