<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>DETEKSI DEEPFAKE PADA FRAME VIDEO&#13;
MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK &#13;
DENGAN PERBANDINGAN ARSITEKTUR XCEPTIONNET&#13;
DAN EFFICIENTNET-B0</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nikolaus Gilberto Putra</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mantur</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence(AI) khususnya deepfake&#13;
menimbulkan berbagai permasalahan seperti penyebaran informasi palsu,&#13;
manipulasi media digital, penipuan identitas, dan penyalahgunaan konten visual.&#13;
Deepfake mampu memanipulasi wajah manusia pada gambar maupun video&#13;
sehingga sulit dibedakan dari konten asli. Kondisi ini dapat menurunkan tingkat&#13;
kepercayaan masyarakat terhadap media digital da berpotensi menimbulkan&#13;
dampak negatif pada keamanan informasi. Oleh karena itu, diperlukan sistem&#13;
deteksi otomatis yang mampu mengidentifikasi konten deepfake secara akurat.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem deteksi deepfake berbasis &#13;
Convolutional Neural Network(CNN) menggunakan arsitektur XceptionNet dan&#13;
EfficientNet-B0 dengan pendekatan Transfer Learning. Dataset yang digunakan&#13;
berasal dari kaggle berupa video Real dan Fake yang kemudian di ekstraksi menjadi&#13;
frame gambar wajah. Tahapan penelitian meliputi Preprocessing Data, Resize&#13;
Image, Normalisasi, Data Augmentation dan Data Tanpa Augmentation, Training&#13;
Model, Fine Tuning, Evaluasi Model, Hingga Implementasi ke aplikasi Web&#13;
berbasis Gradio. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik accuracy, precision,&#13;
recall, F1-Score, Confusion Matrix, dan Inference Time.&#13;
           Hasil Penelitian Menunjukan bahwa penggunaan data augmentation dan fine&#13;
tuning mampu meningkatkan performa model dalam mendeteksi deepfake. Model&#13;
terbaik diperoleh pada XceptionNet dengan augmentation yang menghasilkan&#13;
accuracy sebesar 80%, Lebih baik dibandingkan EfficientNet-B0  dengan accuracy&#13;
sebesar 77% Penelitian ini berhasil mengimplementasikan klasifikasi sistem deteksi&#13;
deepfake berbasis web yang mampu melakukan klasifikasi gambar dan video secara&#13;
otomatis. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi pengembangan&#13;
sistem keamanan digital, vierifikasi media, dan penelitian deteksi deepfake berbasi&#13;
Deep Learning.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">006 Metode komputer khusus</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>