@phdthesis{universitasamikomyogyakarta32998, author = {Adam Huzaini}, month = {May}, title = {\{JALUR NON REGULER - PROFESIONAL MAGANG\} DIGITALISASI LAYANAN EKSPOR DAN PARIWISATA: PENDEKATAN ARSITEKTUR DECOUPLED MENGGUNAKAN NEXT.JS DAN LARAVEL PADA INDOCHARCOAL DAN TRAVELMORE}, school = {Universitas AMIKOM Yogyakarta}, year = {2026}, keywords = {Rekayasa Perangkat Lunak, Decoupled Architecture, Next.js, Laravel, Sistem Booking, Software Engineering, Booking System.}, abstract = {Transformasi digital saat ini menuntut perusahaan untuk memiliki sistem informasi yang lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar global. Pada praktiknya, masih banyak perusahaan yang menggunakan sistem berbasis CMS monolitik sehingga sulit dikembangkan dan kurang mendukung integrasi layanan seperti multi-bahasa maupun transaksi internasional. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan sistem yang lebih modern dan terstruktur. Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan dan rekayasa sistem berbasis studi kasus pada Indocharcoal Supply sebagai perusahaan ekspor serta Travelmore.travel sebagai platform layanan wisata digital. Fokus utama pengembangan adalah membangun sistem yang mampu mengintegrasikan layanan informasi, pemesanan, serta transaksi dalam satu platform yang lebih efisien. Pendekatan yang digunakan adalah rekayasa perangkat lunak dengan menerapkan arsitektur decoupled, yaitu pemisahan antara frontend dan backend untuk meningkatkan fleksibilitas serta kemudahan pengembangan sistem. Proses pengembangan dilakukan melalui tahapan Software Development Life Cycle (SDLC), mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, hingga tahap deployment. Teknologi yang digunakan meliputi Next.js pada sisi frontend dan Laravel pada sisi backend. Sistem yang dikembangkan memiliki beberapa keunggulan, antara lain dukungan multi-bahasa, fitur booking, serta integrasi payment gateway untuk transaksi internasional. Selain itu, pendekatan arsitektur yang digunakan memungkinkan sistem lebih mudah dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan di masa depan. Selama proses pengembangan, terdapat beberapa tantangan seperti integrasi dengan sistem lama, komunikasi antar API, serta sinkronisasi data. Permasalahan tersebut diatasi melalui pendekatan modular, penggunaan RESTful API, serta pengujian sistem secara bertahap untuk memastikan kestabilan aplikasi. Hasil dari implementasi menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu meningkatkan performa dan efisiensi operasional dibandingkan sistem sebelumnya. Selain itu, pengguna juga memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan dan melakukan transaksi secara online, sehingga mendukung proses digitalisasi layanan secara lebih optimal.}, url = {https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32998/} }