<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - MAGANG QUALITY ASSURANCE} IMPLEMENTASI QUALITY ASSURANCE DENGAN METODE &#13;
BLACK-BOX TESTING PADA SISTEM STANDING&#13;
INSTRUCTION PRODUK RETAIL LOAN DI BANK</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Dion</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pamungkas</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Sistem perbankan berbasis teknologi informasi memiliki tingkat&#13;
kompleksitas yang tinggi karena setiap kesalahan pada sistem dapat berdampak&#13;
langsung pada kerugian finansial nasabah. Salah satu sistem kritis yang digunakan&#13;
pada Bank BUMN adalah sistem Standing Instruction pada produk Retail Loan,&#13;
yang berfungsi untuk mengotomatisasi proses pembayaran kewajiban kredit&#13;
nasabah secara berkala berdasarkan urutan hirarki pembayaran yang telah&#13;
dikonfigurasi. Ketidaksesuaian pada sistem tersebut berpotensi menyebabkan&#13;
kesalahan alokasi pembayaran yang berdampak pada akurasi perhitungan&#13;
kewajiban nasabah.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan melalui kegiatan magang di salah satu Bank&#13;
BUMN yang berlokasi di Jakarta dengan posisi sebagai IT Quality Assurance&#13;
(Manual Tester) pada Divisi Teknologi Informasi. Metode yang digunakan adalah&#13;
Black box Testing dengan teknik Equivalence Partitioning (EP) dan Boundary&#13;
Value Analysis (BVA) pada fase System Integration Testing (SIT). Pengujian&#13;
dilakukan terhadap sistem Standing Instruction dengan memvalidasi lima&#13;
parameter hirarki pembayaran, yaitu Collectibility, Outstanding Balance, Days&#13;
Past Due (DPD), Payment Amount, dan Product pada setiap Customer Information&#13;
File (CIF) nasabah yang mencakup lima jenis produk kredit, yaitu Kredit Pemilikan&#13;
Rumah (KPR), Kredit Serbaguna Mikro (KSM), Kredit Usaha Mikro (KUM),&#13;
Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Credit Card (CC).&#13;
Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode Black box Testing efektif&#13;
dalam mengidentifikasi dua ketidaksesuaian fungsional pada sistem, yaitu error&#13;
pada proses validasi Loan account number di sub-kategori Register Single Loan&#13;
serta ketidaksesuaian pengurutan parameter hirarki pada produk Credit Card (CC).&#13;
Setelah seluruh defect diperbaiki oleh tim pengembang dan dilakukan pengujian&#13;
ulang (retest), seluruh 590 test case pada kategori Payment Hirarki dinyatakan lulus&#13;
(Passed) dengan Passed Rate 100%. Sistem Standing Instruction dinyatakan telah&#13;
memenuhi kriteria kelulusan fase SIT dan siap dilanjutkan ke fase User Acceptance&#13;
Testing (UAT).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">006 Metode komputer khusus</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>