<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENERAPAN E-GOVERNMENT DALAM PENANGANAN&#13;
MASALAH LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN SLEMAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Azzahra Nur</mods:namePart><mods:namePart type="family">Oktaviana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Permasalahan lingkungan di Kabupaten Sleman semakin meningkat seiring&#13;
bertambahnya aktivitas masyarakat, sementara mekanisme pelayanan lingkungan&#13;
hidup konvensional dinilai lambat dan kurang efektif. Dinas Lingkungan Hidup&#13;
Kabupaten Sleman mengembangkan inovasi SIDARLING (Sistem Informasi&#13;
Daerah Tentang Lingkungan Hidup) sebagai layanan digital yang telah&#13;
menyelesaikan sekitar 62% permasalahan warga dalam kurang dari satu tahun.&#13;
Penelitian ini menggunakan teori Indrajit(2016) yang menganalisis penerapan egovernment&#13;
melalui&#13;
tiga&#13;
elemen&#13;
support,&#13;
value,&#13;
dan&#13;
capacity.&#13;
Pada&#13;
penelitian&#13;
ini,&#13;
&#13;
penulis&#13;
&#13;
menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan melalui&#13;
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada&#13;
elemen value, SIDARLING memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam&#13;
menyampaikan permohonan masalah lingkungan secara daring serta meningkatkan&#13;
transparansi layanan melalui mekanisme pelacakan status laporan. Dari aspek&#13;
support, penerapan SIDARLING didukung oleh kebijakan dan komitmen&#13;
organisasi di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman. Namun, dari&#13;
aspek capacity, pelaksanaan SIDARLING menghadapi keterbatasan dalam dua&#13;
kategori. Pertama, kendala internal meliputi keterlambatan pembaruan status oleh&#13;
admin, sistem yang masih dalam pengembangan sehingga mengalami error teknis,&#13;
dan belum optimalnya koordinasi antarunit. Kedua, kendala eksternal meliputi&#13;
kesenjangan digital masyarakat, minimnya sosialisasi, dan rendahnya literasi digital&#13;
terutama kelompok lansia. Diperlukan penguatan kapasitas internal melalui&#13;
peningkatan responsivitas admin, penyempurnaan sistem, dan perbaikan SOP&#13;
koordinasi antarunit. Dari sisi eksternal, diperlukan sosialisasi melalui kerja sama&#13;
dengan pemerintah desa/kelurahan, penyediaan panduan sederhana, dan&#13;
pendampingan bagi masyarakat dengan literasi digital rendah agar SIDARLING&#13;
dapat mendukung pelayanan lingkungan hidup secara efektif dan inklusif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-24</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>