<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KLASIFIKASI PREFERENSI MUSIK GENERASI Z&#13;
BERDASARKAN FITUR AUDIO SPOTIFY&#13;
MENGGUNAKAN ALGORITMA&#13;
RANDOM FOREST</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ni Made</mods:namePart><mods:namePart type="family">Supartini</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Transformasi digital mengubah masyarakat dalam mengakses dan&#13;
menikmati musik melalui platform streaming seperti Spotify yang menyediakan&#13;
berbagai fitur audio sebagai representasi karakteristik lagu. Ketersediaan data&#13;
berbasis fitur audio seperti danceability, tempo, energy, dan speechiness&#13;
mendukung proses analisis musik dilakukan secara lebih sistematis dan objektif.&#13;
Pada Generasi Z, preferensi musik tidak hanya dipengaruhi oleh label genre, tetapi&#13;
juga oleh karakteristik audio suasana dan pola konsumsi musik yang dinamis.  &#13;
 Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi preferensi musik Generasi Z&#13;
berdasarkan fitur audio menggunakan algoritma Random Forest. Dataset yang&#13;
digunakan merupakan data lagu yang diperoleh dari Spotify Track Dataset dan&#13;
Spotify Web API dengan rentang tahun 2015 hingga 2025 dan difokuskan pada&#13;
empat genre utama, yaitu Pop, K-pop, Hip-hop dan R&amp;B. Proses penelitian meliputi&#13;
tahapan penelitian pengumpulan data, Exploratory Data Analysis (EDA), prapemrosesan,&#13;
&#13;
analisis data pembangunan model, serta evaluasi model. Algoritma&#13;
Random Forest  dipilih karena kemampuannya dalam mengolah data dengan&#13;
jumlah variabel yang cukup besar serta menghasilkan model klasifikasi yang stabil. &#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Random Forest memiliki&#13;
performa yang sangat baik dalam mengklasifikasi preferensi musik Generasi Z.&#13;
Model baseline memperoleh akurasi sebesar 94% dan meningkatkan menjadi 95%&#13;
setelah dilakukan proses hyperparameter tuning. Nilai precision, recall, dan F1score&#13;
&#13;
yang tinggi menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan klasifikasi&#13;
dengan tingkat kekeliruan antar kelas rendah. Dengan demikian, model yang&#13;
dihasilkan dapat digunakan secara efektif dalam mengklasifikasi preferensi musik&#13;
berbasis fitur audio.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">006 Metode komputer khusus</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>