<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>INTEROPERBILITAS LAYANAN BELABELIKU DALAM &#13;
PENGEMBANGAN UMKM DI KABUPATEN KULONPROGO</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tegar</mods:namePart><mods:namePart type="family">Febrianto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting &#13;
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk meningkatkan daya saing&#13;
UMKM, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengembangkan aplikasi&#13;
BelaBeliKu sebagai platform digital pemasaran produk lokal. Keberhasilan&#13;
implementasi aplikasi tersebut dipengaruhi oleh interoperabilitas antar stakeholder&#13;
yang terlibat, baik dari aspek teknis, semantik, organisasi, maupun hukum.&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis interoperabilitas stakeholder dalam&#13;
pengembangan aplikasi BelaBeliKu serta mengidentifikasi faktor pendukung dan&#13;
penghambat implementasinya dalam mendukung pengembangan UMKM.&#13;
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data&#13;
diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis&#13;
untuk memahami dinamika kolaborasi antar aktor yang terlibat dalam&#13;
pengembangan layanan digital tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interoperabilitas pada aplikasi&#13;
BelaBeliKu telah terbentuk melalui interoperabilitas teknis, semantik, organisasi,&#13;
dan hukum. Interoperabilitas tersebut mendukung pengembangan UMKM melalui&#13;
peningkatan pemasaran produk, perluasan akses pasar, peningkatan literasi digital,&#13;
peluang peningkatan transaksi, dan kemudahan layanan digital. Namun, masih&#13;
terdapat hambatan berupa keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi&#13;
teknologi pengguna, serta belum optimalnya integrasi data antar sistem. Oleh&#13;
karena itu, diperlukan peningkatan integrasi sistem, koordinasi stakeholder, dan&#13;
kapasitas digital pengguna agar pengembangan UMKM berbasis digital dapat&#13;
berjalan lebih optimal.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>