<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>GENERASI SANDWICH DALAM PERSPEKTIF BUDAYA INDONESIA :&#13;
ANALISIS FILM HOME SWEET LOAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dena</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rivana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini membahas representasi generasi sandwich dalam film Home Sweet&#13;
Loan melalui analisis teks media deskriptif kualitatif. Generasi sandwich merujuk&#13;
pada kelompok individu usia produktif yang menanggung beban ekonomi berlapis&#13;
secara simultan, baik untuk diri sendiri, orang tua, maupun keluarga besarnya.&#13;
Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi bagaimana film tersebut&#13;
mengonstruksi realitas tekanan finansial dan konflik peran melalui lensa&#13;
sosiokultural spesifik Indonesia, yang meliputi pergeseran budaya patriarki serta&#13;
fenomena anak sebagai investasi jangka panjang. Data penelitian dikumpulkan&#13;
melalui observasi audiovisual berupa capturing adegan dan transkripsi dialog yang&#13;
mencerminkan indikator-indikator tersebut , kemudian dianalisis menggunakan&#13;
landasan Teori Representasi Stuart Hall model encoding-decoding.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Home Sweet Loan bertindak sebagai teks&#13;
budaya aktif yang tidak sekadar menggambarkan beban material, melainkan&#13;
mengkritik struktur kekeluargaan tradisional di Indonesia. Melalui tokoh Kaluna,&#13;
film ini merepresentasikan adanya pergeseran budaya patriarki di ranah domestik&#13;
urban, di mana anak perempuan bungsu beralih peran menjadi penopang ekonomi&#13;
utama keluarga dan mengambil alih tanggung jawab keuangan yang gagal dipenuhi&#13;
oleh figur laki-laki (ayah dan kakak laki-laki). Selain itu, ditemukan representasi&#13;
kuat mengenai eksploitasi psikologis berkedok nilai bakti akibat cara pandang&#13;
konvensional yang memosisikan anak sebagai jaminan atau investasi hari tua.&#13;
Temuan visual berupa simbol cangkang keong di akhir film mempertegas pesan&#13;
agensi dan resolusi bahwa kemandirian ruang personal (rumah) menjadi esensi&#13;
penyelamat bagi perempuan pekerja dari jerat siklus generasi sandwich yang&#13;
destruktif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>