%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A Rivana, Dena %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ekonomi & Sosial %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:32908 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Generasi Sandwich; Representasi; Film Home Sweet Loan; Budaya Patriarki; Anak Sebagai Investasi; Sandwich Generation; Representation; Patriarchal Culture; Children as Investment. %T GENERASI SANDWICH DALAM PERSPEKTIF BUDAYA INDONESIA : ANALISIS FILM HOME SWEET LOAN %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32908/ %X Penelitian ini membahas representasi generasi sandwich dalam film Home Sweet Loan melalui analisis teks media deskriptif kualitatif. Generasi sandwich merujuk pada kelompok individu usia produktif yang menanggung beban ekonomi berlapis secara simultan, baik untuk diri sendiri, orang tua, maupun keluarga besarnya. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi bagaimana film tersebut mengonstruksi realitas tekanan finansial dan konflik peran melalui lensa sosiokultural spesifik Indonesia, yang meliputi pergeseran budaya patriarki serta fenomena anak sebagai investasi jangka panjang. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi audiovisual berupa capturing adegan dan transkripsi dialog yang mencerminkan indikator-indikator tersebut , kemudian dianalisis menggunakan landasan Teori Representasi Stuart Hall model encoding-decoding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Home Sweet Loan bertindak sebagai teks budaya aktif yang tidak sekadar menggambarkan beban material, melainkan mengkritik struktur kekeluargaan tradisional di Indonesia. Melalui tokoh Kaluna, film ini merepresentasikan adanya pergeseran budaya patriarki di ranah domestik urban, di mana anak perempuan bungsu beralih peran menjadi penopang ekonomi utama keluarga dan mengambil alih tanggung jawab keuangan yang gagal dipenuhi oleh figur laki-laki (ayah dan kakak laki-laki). Selain itu, ditemukan representasi kuat mengenai eksploitasi psikologis berkedok nilai bakti akibat cara pandang konvensional yang memosisikan anak sebagai jaminan atau investasi hari tua. Temuan visual berupa simbol cangkang keong di akhir film mempertegas pesan agensi dan resolusi bahwa kemandirian ruang personal (rumah) menjadi esensi penyelamat bagi perempuan pekerja dari jerat siklus generasi sandwich yang destruktif.