%K konflik komunikasi, pacaran beda agama, perpisahan, communication conflict, interfaith dating, separation. %L universitasamikomyogyakarta32901 %D 2026 %A Annisa Alwi Syahidah %X Penelitian ini dapat dipahami melalui perspektif Teori Komunikasi Interpersonal yang menekankan bahwa kualitas hubungan ditentukan oleh pertukaran pesan, keterbukaan, empati, sikap suportif, serta kemampuan individu dalam mengelola konflik. Dalam konteks hubungan pacaran beda agama, perbedaan nilai dan keyakinan menjadi hambatan dalam proses penyampaian pesan sehingga memicu kesalahpahaman dan ketegangan. Ketika komunikasi tidak lagi berjalan secara terbuka dan suportif, kualitas hubungan pun mengalami penurunan. Selain itu, temuan penelitian ini juga selaras dengan Teori Penetrasi Sosial yang menjelaskan bahwa perkembangan hubungan terjadi melalui proses keterbukaan diri (self-disclosure) yang semakin dalam dan luas. Dalam hubungan pacaran beda agama, topik mengenai agama, masa depan, serta restu keluarga merupakan lapisan terdalam dalam hubungan yang menyangkut nilai dan prinsip hidup. Ketika pada tahap penetrasi yang lebih dalam tersebut muncul ketidaksesuaian nilai yang sulit diselaraskan, maka kedekatan emosional dapat terganggu dan memunculkan konflik yang berulang. Akumulasi konflik yang tidak terselesaikan menunjukkan adanya hambatan dalam proses penetrasi sosial, di mana keterbukaan tidak lagi menghasilkan pemahaman, melainkan justru mempertegas perbedaan. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas komunikasi interpersonal antar pasangan, sehingga hubungan menjadi rentan dan pada akhirnya berujung pada perpisahan. %T KONFLIK KOMUNIKASI YANG MENDORONG PERPISAHAN DALAM HUBUNGAN PACARAN BEDA AGAMA DI SLEMAN %I Universitas AMIKOM Yogyakarta