<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KONFLIK KOMUNIKASI YANG MENDORONG PERPISAHAN DALAM&#13;
HUBUNGAN PACARAN BEDA AGAMA DI SLEMAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Annisa Alwi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Syahidah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dapat dipahami melalui perspektif Teori Komunikasi&#13;
Interpersonal yang menekankan bahwa kualitas hubungan ditentukan oleh&#13;
pertukaran pesan, keterbukaan, empati, sikap suportif, serta kemampuan individu&#13;
dalam mengelola konflik. Dalam konteks hubungan pacaran beda agama,&#13;
perbedaan nilai dan keyakinan menjadi hambatan dalam proses penyampaian pesan&#13;
sehingga memicu kesalahpahaman dan ketegangan. Ketika komunikasi tidak lagi&#13;
berjalan secara terbuka dan suportif, kualitas hubungan pun mengalami penurunan. &#13;
Selain itu, temuan penelitian ini juga selaras dengan Teori Penetrasi Sosial&#13;
yang menjelaskan bahwa perkembangan hubungan terjadi melalui proses&#13;
keterbukaan diri (self-disclosure) yang semakin dalam dan luas. Dalam hubungan&#13;
pacaran beda agama, topik mengenai agama, masa depan, serta restu keluarga&#13;
merupakan lapisan terdalam dalam hubungan yang menyangkut nilai dan prinsip&#13;
hidup. Ketika pada tahap penetrasi yang lebih dalam tersebut muncul&#13;
ketidaksesuaian nilai yang sulit diselaraskan, maka kedekatan emosional dapat&#13;
terganggu dan memunculkan konflik yang berulang. &#13;
Akumulasi konflik yang tidak terselesaikan menunjukkan adanya hambatan&#13;
dalam proses penetrasi sosial, di mana keterbukaan tidak lagi menghasilkan&#13;
pemahaman, melainkan justru mempertegas perbedaan. Kondisi ini berdampak&#13;
pada menurunnya kualitas komunikasi interpersonal antar pasangan, sehingga&#13;
hubungan menjadi rentan dan pada akhirnya berujung pada perpisahan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>