<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEKERJA MIGRAN INDONESIA&#13;
(PMI) KEPADA ANAK DI KECAMATAN JENANGAN KABUPATEN&#13;
PONOROGO</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Anggita Nada</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sholekhah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Migrasi orang tua sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) mampu&#13;
menghambat komunikasi keluarga, khususnya dalam melestarikan penggunaan&#13;
bahasa Jawa kepada anak yang ditinggalkan. Fenomena migrasi ini menjadikan&#13;
Ponorogo sebagai salah satu pengirim PMI terbesar di Jawa Timur terutama dari&#13;
Kecamatan Jenangan sekaligus memicu pergeseran dialek Jawa Ponoragan ke&#13;
bahasa Indonesia atau dialek Jawa lain. Penelitian ini menggunakan paradigma&#13;
konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Melalui wawancara&#13;
mendalam kepada informan orang tua PMI, anak dan pengasuh. Studi ini&#13;
mengungkap bahwa komunikasi jarak jauh melalui aplikasi WhatsApp, baik pesan&#13;
teks maupun video call, tidak sekadar menjadi ruang negoisasi budaya dan&#13;
pewarisan Bahasa Jawa (kromo). Tetapi juga untuk mempertahankan peran sebagai&#13;
pendidik moral dengan mengoreksi tutur kata anak secara langsung melalui media&#13;
daring. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pewarisan bahasa Jawa pada anak&#13;
migran sangat bergantung pada konsistensi interaksi digital serta peran krusial&#13;
pengasuh di rumah sebagai rujukan nilai budaya. Meskipun teknologi membantu&#13;
pelestarian budaya, keterbatasan sentuhan fisik dan kendala emosional membuat&#13;
internalisasi nilai karakter tetap tidak sekuat interaksi tatap muka secara langsung.&#13;
Fenomena ini ditentukan oleh pola komunikasi keluarga yang mengombinasikan&#13;
orientasi percakapan (conversation orientation) dan orientasi kesesuaian&#13;
(conformity orientation). Di mana keterbukaan mampu menumbuhkan minat anak&#13;
terhadap bahasa ibu (mother language), sementara penekanan pada kesesuaian nilai&#13;
serta etika berbahasa (unggah-ungguh) tetap terjaga dalam keluarga PMI.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>