TY - THES Y1 - 2026/02/06/ TI - FENOMENA CANCEL CULTURE SEBAGAI KONTROL SOSIAL PADA SKINCARE OVERCLAIM DAVIENA SKINCARE DI MEDIA SOSIAL TIKTOK UR - https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32879/ AV - restricted KW - cancel culture KW - overclaim KW - Daviena Skincare KW - TikTok KW - kontrol sosial KW - social control. M1 - bachelor A1 - Imandasari, Nagita Devina ID - universitasamikomyogyakarta32879 PB - Universitas AMIKOM Yogyakarta N2 - Fenomena cancel culture semakin berkembang di media sosial sebagai bentuk respons kolektif terhadap tindakan yang dianggap melanggar norma sosial. Tuduhan overclaim pada produk Daviena Skincare memicu kontroversi di TikTok setelah muncul hasil uji laboratorium yang menunjukkan ketidaksesuaian antara klaim dan kandungan produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena cancel culture terhadap Daviena Skincare sebagai bentuk kontrol sosial digital. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode analisis isi terhadap 600 komentar netizen yang diperoleh melalui teknik scraping data dari empat konten TikTok dengan tingkat engagement tertinggi. Analisis mengacu pada Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial informal melalui pembentukan opini publik. Netizen berperan aktif menyebarkan kritik, menuntut akuntabilitas, dan mendorong transparansi informasi produk. Temuan ini menegaskan bahwa TikTok tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang partisipasi publik yang mampu memengaruhi reputasi suatu brand. ER -