<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KREDIBILITAS HOMELESS MEDIA PANDANGAN JOGJA DALAM &#13;
PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK MEDIA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ike Adistya</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kirana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemunculan homeless media sebagai dampak&#13;
perubahan ekosistem media di platform media sosial yang mengaburkan batas antara&#13;
praktik jurnalistik dan konten digital sekaligus memunculkan persoalan kredibilitas.&#13;
Pandangan Jogja dipilih sebagai fokus penelitian karena merupakan homeless media yang&#13;
lahir di media sosial tanpa legitimasi institusional dan tetap memperoleh kepercayaan&#13;
audiens dengan melakukan kerja jurnalistik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami&#13;
bagaimana kredibilitas homeless media Pandangan Jogja dibangun. Pendekatan yang&#13;
digunakan adalah kualitatif berparadigma kritis. Data diperoleh melalui wawancara,&#13;
observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan perspektif ekonomi politik&#13;
media Vincent Mosco yang menekankan konsep komodifikasi, spasialisasi, dan strukturasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas Pandangan Jogja tidak dibangun melalui&#13;
legitimasi institusional, melainkan melalui relasi antara praktik produksi konten, audiens,&#13;
dan mekanisme platform digital, di mana komodifikasi menjadikan perhatian audiens &#13;
sebagai nilai utama, spasialisasi memperluas distribusi informasi melalui platform, dan&#13;
strukturasi menunjukkan ketergantungan pada sistem algoritma platform. Di sisi lain,&#13;
Pandangan Jogja belum memenuhi standar kredibilitas media secara utuh karena tidak&#13;
memiliki legitimasi Dewan Pers, struktur organisasi formal, maupun redaksi yang jelas,&#13;
sehingga menunjukkan kontradiksi antara praktik jurnalistik dan ketiadaan kelembagaan.&#13;
Dengan demikian, kredibilitas bersifat dinamis, negosiatif, dan lebih bertumpu pada&#13;
performa konten serta persepsi audiens dalam tekanan logika kapitalisme platform.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>