TY - THES M1 - bachelor KW - Strategi Humas KW - TikTok KW - Kepercayaan Masyarakat KW - Polres Bantul KW - Media Sosial KW - Public Relations Strategy KW - Public Trust KW - Social Media. UR - https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32839/ AV - restricted TI - STRATEGI HUMAS POLRES BANTUL DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN MASYARAKAT MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK Y1 - 2026/04/06/ N2 - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi komunikasi Humas Polres Bantul melalui konten TikTok dalam membangun kepercayaan masyarakat. Latar belakang penelitian ini berangkat dari penurunan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian pasca kasus Ferdy Sambo, di mana tingkat kepercayaan masyarakat sempat anjlok hingga 54,2% pada Agustus 2022. Di tengah krisis tersebut, Polres Bantul memanfaatkan platform TikTok melalui akun @polresbantuldiy sebagai media komunikasi publik sejak tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri dari Kepala Bidang Humas, Staf Humas pengelola TikTok, serta tiga pengikut aktif akun @polresbantuldiy. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, dengan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Polres Bantul menerapkan strategi komunikasi yang terencana mengikuti model RACE (Research, Action, Communication, Evaluation) dan lima elemen digital public relations Phillips dan Young, yaitu transparansi, porositas, internet sebagai agen, kekayaan konten, dan jangkauan. Implementasi strategi diwujudkan melalui diversifikasi empat kategori konten yaitu informatif, edukatif, humanis, dan kolaboratif dengan frekuensi minimal 3?5 konten per minggu dan optimasi algoritma For You Page (FYP). Hasilnya, akun @polresbantuldiy mencatatkan 144 juta tayangan, 3,2 juta suka, 399 ribu konten dibagikan, dan pertumbuhan 54 ribu pengikut dalam satu tahun, dengan dominasi sentimen positif sebesar 65%. Kepercayaan masyarakat terbangun melalui empat pilar utama, yaitu transparansi informasi, responsivitas interaksi digital, humanisasi institusi, serta konsistensi antara komunikasi online dan pelayanan langsung di lapangan. PB - Universitas AMIKOM Yogyakarta ID - universitasamikomyogyakarta32839 A1 - Hammam, Rafif Faishal ER -