%A Syahrul Ramadhan %L universitasamikomyogyakarta32817 %K Steganografi, DWT, IWT, FFT, DCT, Steganography. %D 2026 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %T PERBANDINGAN METODE DWT, IWT, FFT, DAN DCT DALAM STEGANOGRAFI PESAN RAHASIA MENGGUNAKAN EVALUASI AHP %X Steganografi merupakan teknik penyembunyian informasi pada media digital untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data. Permasalahan yang sering terjadi pada steganografi adalah penurunan kualitas citra setelah proses penyisipan pesan, meningkatnya tingkat error, serta efisiensi waktu komputasi yang berbeda pada setiap metode. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi keamanan dan kualitas media steganografi sehingga diperlukan metode yang mampu menghasilkan kualitas citra stego yang baik dengan tingkat distorsi yang rendah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan performa beberapa metode steganografi berbasis transform domain yaitu Discrete Wavelet Transform (DWT), Integer Wavelet Transform (IWT), Fast Fourier Transform (FFT), dan Discrete Cosine Transform (DCT). Penelitian dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Python dengan proses penyisipan pesan pada citra grayscale dan RGB. Evaluasi performa dilakukan menggunakan parameter Peak Signal to Noise Ratio (PSNR), Mean Squared Error (MSE), Structural Similarity Index (SSIM), payload, dan waktu komputasi. Selanjutnya dilakukan perhitungan score menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan metode terbaik berdasarkan pembobotan beberapa kriteria evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Integer Wavelet Transform (IWT) memperoleh performa terbaik dengan rata-rata score sebesar 0,86370, diikuti DWT sebesar 0,85105, FFT sebesar 0,74715, dan DCT sebesar 0,59470. Metode IWT mampu menghasilkan kualitas citra stego yang sangat baik dengan nilai PSNR dan SSIM tinggi, nilai MSE rendah, serta waktu komputasi yang lebih efisien dibandingkan metode lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan metode steganografi citra digital serta dimanfaatkan oleh peneliti dan pengembang sistem keamanan informasi.