<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERBANDINGAN METODE DWT, IWT, FFT, DAN DCT DALAM&#13;
STEGANOGRAFI PESAN RAHASIA MENGGUNAKAN &#13;
EVALUASI AHP</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Syahrul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ramadhan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Steganografi merupakan teknik penyembunyian informasi pada media&#13;
digital untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data. Permasalahan yang sering&#13;
terjadi pada steganografi adalah penurunan kualitas citra setelah proses penyisipan&#13;
pesan, meningkatnya tingkat error, serta efisiensi waktu komputasi yang berbeda&#13;
pada setiap metode. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi keamanan dan kualitas&#13;
media steganografi sehingga diperlukan metode yang mampu menghasilkan&#13;
kualitas citra stego yang baik dengan tingkat distorsi yang rendah. Oleh karena&#13;
itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan performa beberapa metode&#13;
steganografi berbasis transform domain yaitu Discrete Wavelet Transform&#13;
(DWT), Integer Wavelet Transform (IWT), Fast Fourier Transform (FFT), dan&#13;
Discrete Cosine Transform (DCT). Penelitian dilakukan menggunakan bahasa&#13;
pemrograman Python dengan proses penyisipan pesan pada citra grayscale dan&#13;
RGB. Evaluasi performa dilakukan menggunakan parameter Peak Signal to Noise&#13;
Ratio (PSNR), Mean Squared Error (MSE), Structural Similarity Index (SSIM),&#13;
payload, dan waktu komputasi. Selanjutnya dilakukan perhitungan score&#13;
menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan&#13;
metode terbaik berdasarkan pembobotan beberapa kriteria evaluasi. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa metode Integer Wavelet Transform (IWT)&#13;
memperoleh performa terbaik dengan rata-rata score sebesar 0,86370, diikuti&#13;
DWT sebesar 0,85105, FFT sebesar 0,74715, dan DCT sebesar 0,59470. Metode&#13;
IWT mampu menghasilkan kualitas citra stego yang sangat baik dengan nilai&#13;
PSNR dan SSIM tinggi, nilai MSE rendah, serta waktu komputasi yang lebih&#13;
efisien dibandingkan metode lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi&#13;
referensi dalam pengembangan metode steganografi citra digital serta&#13;
dimanfaatkan oleh peneliti dan pengembang sistem keamanan informasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">005 Pemrograman komputer, program dan data</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-30</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>