<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>IMPLEMENTASI ALGORITMA DBSCAN UNTUK DETEKSI&#13;
SERANGAN IPSWEEP PADA DATASET NSL-KDD</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rivaldo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Oroh</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Keamanan jaringan saat ini menghadapi tantangan serius akibat&#13;
meningkatnya aktivitas pengintaian seperti serangan Ipsweep. Masalah utama dari&#13;
serangan ini adalah kemampuannya untuk memetakan host yang aktif dalam&#13;
sebuah jaringan secara cepat, yang jika dibiarkan akan menjadi pintu masuk bagi&#13;
serangan siber yang lebih destruktif. Dampaknya, kerahasiaan dan integritas data&#13;
dalam jaringan organisasi menjadi terancam, serta dapat menyebabkan&#13;
kelumpuhan sistem jika tahap pengintaian ini berhasil berlanjut ke tahap&#13;
eksploitasi.&#13;
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, peneliti menerapkan metode&#13;
clustering menggunakan algoritma Density-Based Spatial Clustering of&#13;
Applications with Noise (DBSCAN). Langkah-langkah penelitian dimulai dengan&#13;
pengambilan data dari dataset NSL-KDD, dilanjutkan dengan tahap prapemrosesan&#13;
&#13;
data menggunakan Label Encoding untuk fitur kategorikal dan&#13;
MinMaxScaler untuk menyeimbangkan skala nilai fitur. Proses identifikasi&#13;
dilakukan secara unsupervised dengan menentukan parameter Epsilon (€) dan&#13;
Minimum Points (MinPts) guna memisahkan trafik normal dengan titik anomali&#13;
yang merupakan representasi dari serangan Ipsweep.&#13;
Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa algoritma DBSCAN berhasil&#13;
mengidentifikasi 11.063 data anomali dari total 61.809 catatan koneksi, dengan&#13;
validasi metrik Silhouette Coefficient sebesar 0,0196. Penelitian ini berkontribusi&#13;
dalam memberikan model deteksi dini yang otomatis dan efektif tanpa bergantung&#13;
pada label data. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh administrator&#13;
jaringan dan praktisi keamanan siber sebagai referensi dalam membangun sistem&#13;
deteksi intrusi yang lebih adaptif. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan&#13;
penggunaan teknik reduksi dimensi guna mengoptimalkan waktu komputasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">005 Pemrograman komputer, program dan data</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>