<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENERAPAN NETWORK ADDRESS TRANSLATION (NAT)&#13;
UNTUK PERLINDUNGAN AKSES JARINGAN&#13;
MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Alif Miftakhul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Firdaus</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Keamanan jaringan menjadi aspek penting dalam menjaga integritas dan&#13;
kerahasiaan data di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital. Salah satu&#13;
permasalahan yang sering terjadi adalah keterbukaan alamat IP internal terhadap akses&#13;
dari jaringan eksternal, yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung&#13;
jawab untuk melakukan serangan. Kondisi ini dapat menyebabkan kebocoran alamat IP&#13;
internal, gangguan konektivitas, serta menurunkan tingkat keamanan sistem jaringan.&#13;
Oleh karena itu, diperlukan mekanisme yang mampu melindungi jaringan internal tanpa&#13;
menghambat proses komunikasi data antarperangkat.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan&#13;
simulasi jaringan menggunakan Cisco Packet Tracer. Proses penelitian dilakukan dengan&#13;
merancang topologi jaringan dan mengimplementasikan tiga skenario, yaitu Static NAT,&#13;
Dynamic NAT, dan tanpa NAT sebagai pembanding. Pengujian dilakukan melalui uji&#13;
konektivitas menggunakan ping, trace route, dan akses web server, serta uji keamanan&#13;
melalui analisis translasi alamat, filtering, dan packet capture. Data yang diperoleh&#13;
kemudian dianalisis secara komparatif untuk mengetahui perbedaan kinerja dan tingkat&#13;
keamanan dari masing-masing skenario.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan NAT, baik Static NAT maupun&#13;
Dynamic NAT, mampu meningkatkan keamanan jaringan dengan menyembunyikan&#13;
alamat IP internal dan membatasi akses langsung dari jaringan eksternal. Static NAT&#13;
memberikan tingkat stabilitas terbaik berdasarkan nilai delay dan jitter, sementara&#13;
Dynamic NAT menawarkan fleksibilitas dalam penggunaan alamat IP publik.&#13;
Sebaliknya, tanpa NAT menunjukkan tingkat keamanan yang rendah karena alamat IP&#13;
internal terekspos. Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, teknisi jaringan,&#13;
dan pengelola sistem sebagai referensi dalam menerapkan NAT untuk meningkatkan&#13;
keamanan jaringan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji NAT pada skala&#13;
jaringan yang lebih besar atau dikombinasikan dengan mekanisme keamanan lain.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">005 Pemrograman komputer, program dan data</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>