<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN&#13;
AKUN INSTAGRAM MUSEUM BENTENG VREDEBURG&#13;
YOGYAKARTA DALAM MENIGKATKAN AWARENESS&#13;
MASYARAKAT (Studi Kasus Konten Instagram @museum.benteng.vredeburg&#13;
Pada Tahun 2024)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nada Krisyifa</mods:namePart><mods:namePart type="family">Oktavian</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta memanfaatkan media sosial Instagram&#13;
sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam meningkatkan awareness masyarakat&#13;
dengan mengacu pada teori Model AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action).&#13;
Media sosial Instagram disebut sebagai media paling strategis yang mampu&#13;
memenuhi kebutuhan promosi, komunikasi serta interaksi dengan pengguna&#13;
lainnya. Museum menjadikan Instagram sebagai media utama dalam&#13;
menyampaikan informasi, membangun keterikatan dengan pengguna serta&#13;
memperluas jangkauan publik di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode&#13;
penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study), data&#13;
dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada staff publikasi museum dan&#13;
pengunjung serta followers Instagram museum, disertai observasi dan dokumentasi&#13;
konten Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi&#13;
pemasaran yang diterapkan secara sistematis melalui tahapan Model AIDA, diawali&#13;
dengan menarik perhatian (attention), menciptakan minat (interest), kemudian&#13;
berkembang menjadi keinginan (desire), sampai akhirnya timbul tindakan (action).&#13;
Penggunaan visual yang tepat, konsistensi ungahan, serta penggunaan call to action&#13;
mampu memperluas jangkauan museum di media sosial, sehingga brand awareness&#13;
yang berbasis the awareness pyramid dapat terbentuk dibenak masyarakat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>