<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - MAGANG ARTIST} PROSES COMPOSITING SCENE VFX&#13;
“SERANGAN CREEPSKIN” PADA FILM ALTERNATE TIME</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Kevin Prahadika</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aprilliano</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Proses compositing memiliki peran penting dalam produksi film modern&#13;
untuk menggabungkan berbagai elemen visual menjadi satu kesatuan adegan yang&#13;
utuh dan meyakinkan. Dalam pembuatan film bertema alternate timeline, terdapat&#13;
tantangan utama dalam merealisasikan adegan fantasi seperti manipulasi waktu,&#13;
kemunculan monster raksasa, serta lingkungan pasca-apokaliptik yang kompleks.&#13;
Keterbatasan produksi live action konvensional menyebabkan adegan tersebut sulit&#13;
diwujudkan secara langsung karena tingginya risiko, biaya, serta keterbatasan&#13;
teknis. &#13;
Penelitian ini membahas tentang proses compositing scene VFX “Serangan&#13;
Creepskin” pada film Alternate Time mulai dari tahapan pra-produksi, produksi,&#13;
hingga pasca-produksi. Adobe After Effects digunakan sebagai perangkat utama&#13;
untuk proses compositing, motion graphics hologram UI, serta pengolahan visual&#13;
effect seperti api dan debu. Plugin Mocha Pro digunakan untuk tracking dan&#13;
rotoscoping, sementara aset monster diperoleh dari CGTrader dan diproses melalui&#13;
Mixamo untuk auto-rigging dan animasi. Seluruh elemen kemudian disusun,&#13;
disesuaikan, dan disempurnakan melalui Adobe Premiere Pro untuk tahap editing&#13;
dan sinkronisasi audio visual. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh elemen visual berhasil&#13;
diintegrasikan menjadi satu kesatuan scene “Serangan Creepskin” yang sesuai&#13;
dengan konsep fiksi ilmiah dan manipulasi waktu. Teknik VFX terbukti efektif&#13;
dalam menciptakan adegan kompleks yang tidak dapat dilakukan secara&#13;
konvensional, sekaligus meningkatkan kualitas visual dan dramatisasi cerita.&#13;
Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pembuat film, mahasiswa multimedia, serta&#13;
praktisi VFX sebagai referensi dalam proses compositing dan produksi visual effect&#13;
berbasis live action dan CGI.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">696 Animasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>