@phdthesis{universitasamikomyogyakarta32780, author = {Kevin Prahadika Aprilliano}, month = {June}, title = {\{JALUR NON REGULER - MAGANG ARTIST\} PROSES COMPOSITING SCENE VFX ?SERANGAN CREEPSKIN? PADA FILM ALTERNATE TIME}, school = {Universitas AMIKOM Yogyakarta}, year = {2026}, url = {https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32780/}, keywords = {Compositing, Visual Effect, After Effects, Alternate Time, Rotoscoping.}, abstract = {Proses compositing memiliki peran penting dalam produksi film modern untuk menggabungkan berbagai elemen visual menjadi satu kesatuan adegan yang utuh dan meyakinkan. Dalam pembuatan film bertema alternate timeline, terdapat tantangan utama dalam merealisasikan adegan fantasi seperti manipulasi waktu, kemunculan monster raksasa, serta lingkungan pasca-apokaliptik yang kompleks. Keterbatasan produksi live action konvensional menyebabkan adegan tersebut sulit diwujudkan secara langsung karena tingginya risiko, biaya, serta keterbatasan teknis. Penelitian ini membahas tentang proses compositing scene VFX ?Serangan Creepskin? pada film Alternate Time mulai dari tahapan pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Adobe After Effects digunakan sebagai perangkat utama untuk proses compositing, motion graphics hologram UI, serta pengolahan visual effect seperti api dan debu. Plugin Mocha Pro digunakan untuk tracking dan rotoscoping, sementara aset monster diperoleh dari CGTrader dan diproses melalui Mixamo untuk auto-rigging dan animasi. Seluruh elemen kemudian disusun, disesuaikan, dan disempurnakan melalui Adobe Premiere Pro untuk tahap editing dan sinkronisasi audio visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh elemen visual berhasil diintegrasikan menjadi satu kesatuan scene ?Serangan Creepskin? yang sesuai dengan konsep fiksi ilmiah dan manipulasi waktu. Teknik VFX terbukti efektif dalam menciptakan adegan kompleks yang tidak dapat dilakukan secara konvensional, sekaligus meningkatkan kualitas visual dan dramatisasi cerita. Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pembuat film, mahasiswa multimedia, serta praktisi VFX sebagai referensi dalam proses compositing dan produksi visual effect berbasis live action dan CGI.} }