<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - MAGANG ARTIST} COMPOSITING SCENE VFX "GONI" PADA FILM&#13;
ALTERNATE TIME</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dina</mods:namePart><mods:namePart type="family">Septiana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penggunaan Efek Visual (VFX) dalam industri perfilman modern telah menjadi&#13;
elemen krusial untuk menghidupkan narasi yang tidak dapat dicapai melalui&#13;
sinematografi konvensional. Salah satu tahapan paling menentukan dalam&#13;
produksi VFX adalah proses compositing, yang berfungsi menyatukan berbagai&#13;
elemen visual (aset 3D, live-action footage, dan efek partikel) agar terlihat&#13;
menyatu secara natural. Penelitian ini membahas proses compositing pada scene&#13;
VFX "Goni" dalam film fiksi ilmiah Alternate Time. Tokoh atau objek "Goni"&#13;
dalam film memerlukan integrasi visual yang kompleks karena melibatkan&#13;
interaksi pencahayaan.Penelitian ini membahas proses compositing efek visual&#13;
pada adegan aksi dalam film Alternate Time.  &#13;
Proses pasca-produksi menerapkan standar resolusi 1080p dan frame rate 24 fps&#13;
untuk memastikan sinkronisasi antar software. Pembahasan berfokus pada teknik&#13;
advanced compositing yang dibagi ke dalam lima runtutan adegan utama.&#13;
Pertama, integrasi antarmuka hologram vertikal menu Scenario Select pada&#13;
pergelangan tangan tokoh utama (MC) menggunakan Teknik tracking Mocha Pro&#13;
di After Effects. Kedua, pemunculan karakter monster CGI (Goni) di lingkungan&#13;
kota hancur melalui penyelarasan perspektif kamera 3D .Ketiga dan keempat,&#13;
visualisasi monster saat mengayunkan tangannya hingga terkena ayunan tangan&#13;
yang mengeluarkan energi api memanfaatkan simulasi gerak teranimasi. Kelima,&#13;
eksekusi dampak (impact effect) hantaman energi api pada tubuh&#13;
actor. Kesimpulannya, penerapan pipeline pasca-produksi yang terstruktur dan&#13;
presisi teknis dalam compositing mampu menghasilkan efek visual (VFX)&#13;
berkualitas profesional yang mendukung penyampaian cerita.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">696 Animasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>