<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIS} EXPLORASI PENDEKATAN MODE HIBRIDA DALAM&#13;
PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER                                       &#13;
“AKU PULANG”</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Arsha Haroun</mods:namePart><mods:namePart type="family">Al Rasyid</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penciptaan karya film dokumenter ini dilatarbelakangi oleh realitas ironis&#13;
kehidupan nelayan tradisional di Pantai Baron, Gunungkidul. Di balik besarnya&#13;
kontribusi sektor perikanan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui visi&#13;
"Ekonomi Biru", para nelayan bekerja dengan jaminan keselamatan yang minim&#13;
dan risiko kematian yang tinggi. Film dokumenter “Aku Pulang” hadir untuk&#13;
memvisualisasikan ketimpangan tersebut melalui sudut pandang penyintas dan&#13;
keluarga korban. Penelitian penciptaan ini menerapkan konsep Kepemimpinan&#13;
Artistik dari Michael Rabiger dan strategi Pendekatan Hibrida menurut Bill&#13;
Nichols. Sutradara memadukan tiga mode secara dinamis: Mode Observasional&#13;
untuk merekam otentisitas bahaya di laut; Mode Performatif untuk menggali&#13;
"kebenaran emosional" melalui intervensi artistik dan pengarahan adegan pada&#13;
subjek; serta Elemen Ekspositori untuk memperkuat konteks politik melalui data&#13;
statistik. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa pendekatan hibrida efektif&#13;
menjembatani keterbatasan kamera dalam merekam trauma masa lalu yang tak&#13;
kasat mata. Karya ini menyimpulkan bahwa tingginya risiko nyawa nelayan di&#13;
Pantai Baron belum dibarengi dengan perlindungan sosial yang memadai dari&#13;
negara. Sebagai pungkasan, film ini berfungsi sebagai instrumen advokasi sosial&#13;
yang mendesak pemangku kebijakan untuk mengevaluasi sistem jaminan&#13;
keselamatan bagi masyarakat pesisir.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>