<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MEMBANGUN&#13;
SOLIDARITAS PADA IKATAN MAHASISWA KABUPATEN&#13;
MAHAKAM ULU DI YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Agustina Sthella</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mebang</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi organisasi dalam&#13;
membangun solidaritas pada Ikatan Mahasiswa Kabupaten Mahakam Ulu di&#13;
Yogyakarta sebagai organisasi komunitas berbasis identitas daerah. Penelitian ini&#13;
menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan&#13;
dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta&#13;
penarikan kesimpulan secara tematik.Secara teoretis, penelitian ini berlandaskan&#13;
pada teori komunikasi organisasi dan organisasi komunitas yang memandang&#13;
organisasi sebagai sosial infrastruktur dalam membangun relasi sosial dan kohesi&#13;
kolektif, serta diperkuat oleh konsep model sosial dan komunikasi partisipatif. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa IMKMU berfungsi sebagai wadah pembentukan&#13;
identitas kolektif mahasiswa Mahakam Ulu di perantauan, yang mendorong&#13;
terciptanya rasa memiliki sense of belonging dan kebersamaan. Namun demikian,&#13;
proses komunikasi organisasi masih menghadapi hambatan berupa penyampaian&#13;
informasi yang belum merata, komunikasi yang cenderung satu arah dalam forum,&#13;
serta keterlibatan anggota yang belum optimal.Temuan penelitian menunjukkan&#13;
bahwa solidaritas anggota terbentuk melalui komunikasi yang terbuka, interaksi&#13;
informal, dan kegiatan kolektif yang intensif. Sebaliknya, komunikasi yang kurang&#13;
partisipatif berpotensi melemahkan kohesi internal. Penelitian ini menegaskan&#13;
bahwa komunikasi organisasi dalam konteks komunitas tidak hanya berfungsi&#13;
sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai mekanisme utama&#13;
pembentukan solidaritas dan penguatan identitas kolektif organisasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>