<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIS} PENERAPAN KOMPOSISI VISUAL DALAM FILM DOKUMENTER&#13;
“MORAL DIBALIK MURAL”</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Billal</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Film dokumenter Moral Dibalik Mural dilatarbelakangi oleh fenomena&#13;
keberadaan vandalisme di ruang publik yang kerap menyederhanakan seluruh&#13;
praktik visual di ruang kota, termasuk mural, sebagai tindakan perusakan, padahal&#13;
secara konseptual mural dan vandalisme memiliki perbedaan nilai estetika, sosial,&#13;
dan moral. Karya ini bertujuan menghadirkan pemahaman yang lebih kritis&#13;
mengenai perbedaan tersebut melalui pendekatan dokumenter participatory dengan&#13;
menempatkan komposisi visual sebagai strategi utama pembentukan makna.&#13;
Penelitian ini memfokuskan kajian pada penerapan komposisi visual dalam proses&#13;
penciptaan karya, sementara retorika visual digunakan sebagai kerangka&#13;
pembacaan citra berdasarkan konsep Sonja K. Foss yang mencakup nature of the&#13;
image, function of the image, dan evaluation of the image. Dimensi nature of the&#13;
image diwujudkan melalui penerapan prinsip komposisi seperti rule of thirds,&#13;
leading lines, dan negative space; dimensi function of the image diimplementasikan&#13;
melalui pengaturan sudut pengambilan gambar seperti low angle, close-up, dan&#13;
high angle untuk membangun relasi makna antara mural, subjek, dan ruang publik;&#13;
sedangkan evaluation of the image digunakan sebagai tahap reflektif untuk menilai&#13;
efektivitas citra dalam mendukung kejelasan pesan visual. Hasil penciptaan&#13;
menunjukkan bahwa perbedaan antara mural dan vandalisme tidak hanya dapat&#13;
dijelaskan secara verbal, tetapi juga dapat dipahami melalui struktur visual yang&#13;
terbangun dalam bingkai gambar, di mana komposisi visual berperan sebagai&#13;
medium utama dalam membentuk pemaknaan moral terhadap mural sebagai praktik&#13;
ekspresi kreatif yang memiliki dimensi sosial dan etika di ruang publik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-07</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>