<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NONREGULER - SKEMA ARTIS} STRATEGI RISET PRODUSER DALAM PENGEMBANGAN KONSEP&#13;
KREATIF FILM DOKUMENTER NOTASI VISUAL</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nikmatul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Baroroh</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Film dokumenter Notasi Visual merupakan karya yang mengangkat proses&#13;
kreatif pelukis abstrak asal Yogyakarta, Eko Rahmy, dalam mempersiapkan&#13;
pameran tunggalnya. Penciptaan karya ini dilatarbelakangi oleh minimnya&#13;
representasi terhadap proses kreatif seniman dalam praktik seni rupa kontemporer,&#13;
di mana perhatian publik lebih banyak tertuju pada hasil akhir karya dibandingkan&#13;
proses penciptaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi riset&#13;
produser dalam pengembangan konsep kreatif film dokumenter pada tahap praproduksi.&#13;
&#13;
Metode yang digunakan meliputi observasi visual, wawancara semi&#13;
terstruktur, studi dokumentasi, dan eksplorasi visual auditif. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa proses riset tidak hanya berfungsi sebagai pengumpulan data,&#13;
tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan arah visual, struktur narasi, serta&#13;
pendekatan artistik film. Berdasarkan teori 5P Strategy dari Henry Mintzberg,&#13;
strategi produser terlihat melalui perencanaan konsep, penerapan taktik visual,&#13;
konsistensi pola narasi, penentuan posisi film terhadap audiens, dan perspektif&#13;
kreatif dalam merepresentasikan realitas. Selain itu, teori gatekeeping menunjukkan&#13;
bahwa produser berperan dalam melakukan seleksi informasi dan visual untuk&#13;
menjaga fokus penceritaan. Film Notasi Visual diharapkan dapat menjadi media&#13;
dokumentasi, refleksi, dan apresiasi terhadap proses kreatif seniman, sehingga&#13;
penonton tidak hanya memahami karya sebagai hasil akhir, tetapi juga sebagai&#13;
perjalanan artistik yang penuh makna.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>