%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A Wahab, Fidhal Fahruq Muadzlam %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ekonomi & Sosial %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:32762 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Film Dokumenter, Elemen Sinematografi, Blain Brown, Pendekatan Hibrida, Documentary Film, Cinematographic Elements, Hybrid Approach. %T {JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIS} PENERAPAN ELEMEN SINEMATOGRAFI DALAM MEMBANGUN REALITAS KEHIDUPAN NELAYAN PADA FILM DOKUMENTER “AKU PULANG” %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32762/ %X Film dokumenter "Aku Pulang" mengangkat realitas kehidupan nelayan di pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul yang memiliki dualitas dimensi yaitu dimensi fisik berupa aktivitas melaut yang penuh risiko, dan dimensi psikologis berupa trauma kehilangan serta himpitan ekonomi. Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk memvisualisasikan kedua dimensi tersebut melalui penerapan elemen sinematografi. Metode penciptaan yang digunakan adalah Pendekatan Dokumenter Hibrida, yang mengintegrasikan mode ekspositori, perfomatif, dan observasional. Analisis karya dilakukan menggunakan teori sinematografi Blain Brown yang berfokus pada tiga elemen utama yaitu komposisi (composition), pencahayaan (lighting), dan pergerakan kamera (camera movement). Hasil penciptaan menunjukkan bahwa penerapan elemen sinematografi mampu membangun konstruksi realitas yang utuh. Pertama, elemen komposisi diterapkan melalui variasi wide shot untuk memberikan konteks ruang pada penyajian data dan close up untuk membangun keintiman emosional dengan narasumber. Kedua, elemen pencahayaan menerapkan teknik low key lighting dan nuansa warna dingin (cold tone) pada segmen wawancara untuk memvisualisasikan atmosfer duka. Ketiga, elemen pergerakan kamera dibedakan secara kontras seperti penggunaan static shot (tripod) untuk penyajian data fakta, dan handheld (kamera genggam) untuk merekam aksi bahaya di laut sebagai representasi ketidakstabilan hidup nelayan. Melalui sinergi ketiga elemen tersebut, film ini berhasil menyajikan pengalaman visual yang tidak hanya informatif tetapi juga emotif.