<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIS} IMPLEMENTASI MODEL AIDA PADA IKLAN KOMERSIAL ROYAL&#13;
JEWELRY “A Tale at My Fingertips”</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Asha</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ganeswari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Industri kerajinan perak di kawasan cagar budaya Kotagede saat ini &#13;
menghadapi tantangan eksistensial akibat minimnya adaptasi terhadap transformasi&#13;
digital dan ketatnya persaingan pasar modern. Untuk menjangkau target audiens&#13;
generasi muda dan membangun kesadaran merek secara optimal, jenama Royal&#13;
Jewelry merancang strategi promosi digital melalui karya iklan komersial&#13;
audiovisual. Keberhasilan sebuah iklan komersial sangat bergantung pada struktur&#13;
pesan persuasif di dalam naskah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengkaji dan mendeskripsikan secara menyeluruh mengenai implementasi model&#13;
komunikasi pemasaran AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) oleh scriptwriter &#13;
dalam penulisan naskah iklan komersial Royal Jewelry bertajuk “A Tale at My &#13;
Fingertips”. Penelitian ini menggunakan metode penciptaan karya yang diawali&#13;
dengan tahapan riset praproduksi melalui penyebaran kuesioner kepada 82&#13;
responden aktif di media sosial. Hasil riset mengonfirmasi tingginya preferensi&#13;
audiens muda terhadap iklan yang mengadopsi unsur humor, storytelling, dan&#13;
visual mewah, sehingga scriptwriter merumuskan tema penceritaan bergaya&#13;
komedi elegan. Dalam implementasinya, tahap Attention merebut fokus melalui&#13;
hook emosional prosesi lamaran. Tahap Interest dirawat dengan meramu interaksi&#13;
sosial yang relatable (orang tua, tetangga, teman) guna membangun bukti sosial.&#13;
Tahap Desire dikonstruksi melalui penceritaan hiperbolis yang memuncak pada&#13;
visualisasi romantis berbusana pengantin. Terakhir, Action dieksekusi melalui&#13;
pendekatan hard selling dan Call to Action tegas. Kesimpulannya, model AIDA&#13;
terbukti menjadi pedoman teknis krusial bagi scriptwriter dalam meramu pesan&#13;
berdaya dorong komersial tinggi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-26</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>