<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PRESENTASI KEKERASAN PADA PEREMPUAN DALAM FILM&#13;
WANITA AHLI NERAKA (2024)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ahmad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Juliadi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kekerasan pada perempuan merupakan bentuk kekerasan berbasis gender&#13;
yang masih kerap terjadi dan dinormalisasikan dalam kehidupan sosial, termasuk&#13;
melalui media film. Film Wanita Ahli Neraka (2024) menampilkan sebuah rumah&#13;
tangga yang penuh dengan ketimpangan kuasa antara suami dan istri, dimana&#13;
perempuan menjadi pihak yang rentan mengalami kekerasan. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui representasi kekerasan pada perempuan ditampilkan&#13;
dalam film Wanita Ahli Neraka (2024) melalui pengalaman toko Farah sebagai&#13;
istri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis&#13;
semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi&#13;
non-partisipan terhadap adegan-adegan film, studi literatur, dan dokumentasi.&#13;
Analisis data dilakukan dengan mengkaji makna denotasi, konotasi, dan mitos yang&#13;
muncul dalam adegan-adegan yang merepresentasikan kekerasan pada perempuan.&#13;
Penelitian ini juga didukung oleh teori representasi Stuart Hall dengan pendekatan&#13;
konstruksionis untuk untuk memahami Bagaimana makna kekerasan dibangun&#13;
melalui bahasa dan simbol dalam konteks budaya patriarki. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan kekerasan pada perempuan dalam&#13;
bentuk kekerasan fisik, psikis serta simbol dan kultural yang dibenarkan melalui&#13;
nilai kepatuhan istri dan dominasi suami. Dengan adanya mitos, film ini&#13;
mereproduksi budaya patriarki yang menormalisasi kekerasan dalam rumah tangga&#13;
dan menempatkan perempuan pada posisi yang subordinat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>