<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIS} PENGAPLIKASIAN TEORI MISE EN SCENE DALAM PEMBUATAN MUSIK VIDEO SANGKAN PARAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Daffa Putra</mods:namePart><mods:namePart type="family">Abhista</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Musik video tidak hanya berfungsi sebagai media promosi lagu, tetapi juga &#13;
menjadi sarana komunikasi visual yang mampu menyampaikan suasana, emosi, dan&#13;
makna sebuah karya musik kepada penonton. Dalam proses tersebut, sutradara&#13;
memiliki peran penting dalam menerjemahkan lagu ke dalam bentuk visualnya.&#13;
Penelitian ini membahas peran sutradara dalam membangun narasi visual pada&#13;
musik video “Sangkanparan” karya Looser Lovers Club dengan menggunakan teori&#13;
Mise en Scène dari David Bordwell dan Kristin Thompson. Fokus utama penelitian&#13;
ini diarahkan pada unsur setting, lighting, costume and make-up, serta&#13;
staging/performance sebagai elemen utama pembentuk visual. Penelitian ini&#13;
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisa visual&#13;
terhadap musik video “Sangkanparan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
sutradara berperan aktif dalam membentuk identitas visual karya melalui&#13;
pengelolaan unsur mise en scène. Penggunaan low-light lighting menjadi elemen&#13;
visual yang paling dominan dalam menciptakan atmosfer gelap, intim, dan&#13;
emosional yang selaras dengan nuansa lagu. Selain itu, pemilihan setting yang&#13;
sederhana, gaya visual yang minimalis, serta pengarahan performa pemain turut&#13;
memperkuat penyampaian makna visual dalam musik video. Temuan penelitian ini&#13;
menunjukkan bahwa pengolahan unsur mise en scène oleh sutradara tidak hanya&#13;
berfungsi sebagai pendukung estetika belaka, tetapi juga menjadi strategi&#13;
komunikasi visual yang membantu membangun hubungan emosional antara karya&#13;
dan penonton.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>