%I Universitas AMIKOM Yogyakarta %X Studi ini akan menyoroti bagaimana kaitannya antara kepentingan nasional dan kewajiban terhadap regulasi kolektif kawasan saling menciptakan dinamika prioritas yang harus diseimbangkan oleh negara dalam proses pengambilan kebijakannya. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan di balik keputusan Hungaria yang tetap menjalin kerja sama energi dengan Rusia di tengah regulasi Uni Eropa terkait pembatasan impor minyak mentah dan produk minyak bumi Rusia pasca invasinya ke Ukraina tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi, studi pustaka, dan analisis media untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Kerangka analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pilihan Rasional dari Graham T. Allison, khususnya menggunakan model aktor rasional yang menekankan pada pertimbangan tujuan dan sasaran, alternatif kebijakan, konsekuensi dan pilihan akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan Hungaria merupakan bentuk tindakan rasional yang didasarkan pada upaya memaksimalkan kepentingan nasional, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan energi domestik dan keamanan ekonomi. Ketergantungan struktural Hungaria terhadap energi Rusia, keterbatasan geografis, serta tingginya biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk diversifikasi energi menjadi faktor utama yang memengaruhi kebijakan tersebut. Proyek ekspansi jalur pipa minyak Druzhba Huungaria-Serbia menjadi instrumen strategis dalam mempertahankan pasokan energi sekaligus memanfaatkan celah regulasi Uni Eropa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakpatuhan Hungaria terhadap regulasi Uni Eropa bukan semata-mata sebagai bentuk penolakan, melainkan strategi adaptasi selektif yang didasarkan pada kalkulasi biaya dan manfaat. %T ANALISIS KERJA SAMA ENERGI HUNGARIA-RUSIA DI TENGAH REGULASI UNI EROPA %A Eka Putri Sri Haryati %K Hungaria, Uni Eropa, Rusia, Kebijakan Energi, Pilihan Rasional, Hungary, European Union, Russia, Energy Policy, Rational Choice. %D 2026 %L universitasamikomyogyakarta32738