<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS DETERMINAN IMPOR KEDELAI DI INDONESIA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ni Wayan Saraswati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dewi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Impor kedelai memegang peran penting dalam memenuhi kebutuhan domestik&#13;
Indonesia, mengingat produksi dalam negeri masih belum mencukupi kebutuhan&#13;
bahan pangan kedelai nasional yang terus meningkat. Tingginya ketergantungan&#13;
terhadap impor kedelai mencerminkan tantangan signifikan dalam mengupayakan&#13;
ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas protein nabati. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi volume impor&#13;
kedelai di Indonesia selama periode 2015 hingga 2024. Variabel independen&#13;
dalam penelitian ini meliputi jumlah penduduk, kurs rupiah terhadap dolar&#13;
Amerika, produksi kedelai lokal, dan harga kedelai internasional. Sementara itu,&#13;
variabel dependen yang diamati adalah volume impor kedelai. Data yang&#13;
digunakan adalah data time series bulanan sebanyak 120 observasi, dan dianalisis&#13;
menggunakan metode regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least&#13;
Squares (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk dan&#13;
produksi kedelai lokal berpengaruh signifikan terhadap volume impor kedelai.&#13;
Sementara itu, harga kedelai internasional menunjukkan pengaruh negatif&#13;
terhadap impor, tetapi signifikan secara statistik. Begitu juga dengan kurs rupiah&#13;
terhadap dolar Amerika, yang memberikan pengaruh signifikan terhadap volume&#13;
impor. Secara keseluruhan, model regresi menunjukkan nilai Adjusted R² sebesar&#13;
0,5384, yang mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan variasi dalam&#13;
volume impor kedelai sebesar 53,84%. Temuan ini menekankan pentingnya&#13;
kebijakan jangka panjang dalam peningkatan produksi nasional, stabilitas kurs,&#13;
dan penguatan ketahanan pangan sebagai langkah strategis mengurangi&#13;
ketergantungan terhadap impor.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">330 Ekonomi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-07-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>